Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Operasikan Rumah Sakit Darurat

Fizz Hotel di Jalan Majapahit akan dijadikan rumah sakit darurat untuk merawat pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kota Mataram. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram segera mengoperasikan kembali rumah sakit darurat Covid-19. Kebijakan ini dikarenakan jumlah pasien terkonfirmasi positif Coronavirus Disease mengalami lonjakan.

Data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram hingga Senin, 25 Januari 2021 pukul 12.00 Wita menunjukkan, jumlah pasien terpapar Covid-19 mencapai 1.686 kasus. Pasien dinyatakan sembuh 1.355 orang. Pasien yang menjalani isolasi mandiri maupun ditangani rumah sakit 228 orang. Kasus meninggal dunia 103 orang.

Iklan

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota  Mataram, H. Ahyar Abduh membenarkan, jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus mengalami peningkatan setiap harinya. Rumah sakit darurat diperlukan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat untuk mengantisipasi penularan. Wabah pandemi virus corona tidak bisa diprediksi sampai kapan berakhir. Masyarakat diminta melakukan pengawasan serta waspada, terutama menjalankan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta menjaga kesehatan. “Faktanya sampai sekarang terus mengalami peningkatan – peningkatan,” kata Ahyar ditemui usai menghadiri rapat paripurna penyampaian LKPJ di Gedung DPRD Kota Mataram, Senin, 25 Januari 2021.

Pengoperasian kembali rumah sakit darurat bagi pasien Covid-19 sedang diusulkan. Ahyar Abduh yang juga Walikota Mataram menegaskan, pemerintah memberikan dua pilihan bagi masyarakat yang terpapar virus corona. Yakni, menjalani isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpusat yang fasilitasnya disiapkan oleh pemerintah. Isolasi mandiri dan terpusat tidak jauh berbeda. Tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan serta pengawasan. “Kita persilakan apakah mau di fasilitas yang disiapkan pemerintah atau isolasi mandiri,” terangnya.

Salah satu faktor lonjakan kasus adalah pergerakan atau mobilitas masyarakat tinggi. Klaster perkantoran diindikasikan muncul akibat memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemi jadi pemicu utama penambahan kasus positif Covid-19 di Mataram. Walikota justru tidak melihat penambahan di klaster lingkungan. “Trennya di masyarakat itu tidak ada. Jadi evaluasi sementara itu klaster perkantoran,” tambahnya.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra menambahkan, dua rumah sakit darurat akan diusulkan untuk kembali dioperasikan. Pertimbangannya adalah jumlah pasien positif baik yang menjalani isolasi mandiri maupun di rumah sakit terus bertambah. “Kita akan usulkan rumah sakit darurat ke tim gugus tugas,” tambahnya.

Fizz Hotel di Jalan Majapahit dan Hotel Natuna di Jalan Airlangga akan ditunjuk sebagai lokasi rumah sakit darurat. Pengalaman di tahun 2020, dua hotel itu juga dijadikan tempat perawatan pasien Covid-19. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional