Kasus Covid-19 Melonjak, Masyarakat Abaikan Prokes

Personel Pol PP Kota Mataram menyidang pelanggar prokes saat razia masker digelar, Jumat (9/4) di depan Taman Sangkareang. Tingginya pelanggaran menunjukkan masyarakat abai terhadap protokol kesehatan. Di satu sisi,jumlah kasus Covid-19 di Mataram terus melonjak. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram terus menggencarkan razia masker di area publik. Hasilnya masih banyak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan. Hal ini menunjukan masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan. Disatu sisi,jumlah kasus Covid-19 terus melonjak.

Razia masker dilaksanakan di Depan Taman Sangkareang,Jumat, 9 April 2021 kemarin ditemukan 24 pelanggaran protokol kesehatan atau pengendara tidak mengenakan masker. Sebagian besar memilih sanksi sosial dengan membersihkan lingkungan sekitar. Dan,dua orang lainnya membayar sanksi denda. “Hasil razia hari ini dari 24 orang yang terjadi 22 memilih sanksi sosial dan 2 orang memilih bayar denda,” sebut Kepala Seksi Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, I Made Agus DJW.

Iklan

Secara akumulasi denda administratif terkumpul mulai Januari – Maret mencapai Rp13 juta lebih. Agus JW menambahkan, razia masker sebagai salah satu cara pemerintah mengingatkan masyarakat agar taat terhadap protokol kesehatan. Di antaranya, menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, kurangi mobilitas dan menjaga jarak.

Umumnya pelanggaran prokes ditemukan terjadi pergeseran dari sebelumnya. Awalnya, masyarakat memang tidak membawa masker. Saat ini, warga membawa masker tetapi tidak digunakan atau salah cara memakainya. “Mereka bawa tapi tidak dipakai. Ada juga yang pakai tapi maskernya ditaruh di dagu. Iya, ndak sih kita katakan lalai,” jelasnya.

Bentuk sanksi dipilih masyarakat adalah sanksi sosial. Satpol PP sebagai aparat penegak Perda tidak bisa memaksakan masyarakat membayar sanksi administrasi. Perda 7 Tahun 2020 sudah mengatur sanksi bagi pelanggar. Pihaknya tugasnya hanya menyadarkan dan mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti aturan tersebut.

Dengan masifnya razia, vaksinasi digencarkan serta diberikan kelonggaran melaksanakan ibadah di bulan Suci Ramadhan, masyarakat harus tetap mentaati protokol kesehatan, supaya sama – sama menekan penyebaran virus corona. “Marilah kita sama – sama menjaga protokol kesehatan walaupun sebagian besar masyarakat sudah divaksin,” imbuhnya.

Sementara itu, data penegakan disiplin protokol kesehatan sejak 14 September 2020 – 06 Februari 2021 mencapai 725 pelanggaran. Dengan rincian, 19 orang pelanggar merupakan aparatur sipil negara, 699 non ASN dan 7 pelaku usaha. Sanksi paling banyak dipilih atau 491 orang memiliki sanksi kerja sosial dan 233 orang denda administrasi. Total denda terkumpul mencapai Rp24.785.000. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional