Kasus Covid-19 Melonjak, Lingkungan Diusulkan Punya Petugas Swab

H. Lalu Herman Mahaputra.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Jumlah kasus baru positif Covid-19 di Kota Mataram terus mengalami lonjakan. Hal ini diduga akibat kendornya penerapan protokol kesehatan (prokes). Untuk mempercepat proses penanganan diusulkan satu lingkungan mempunyai satu petugas swab. Sumber daya manusia di lingkungan akan dilatih oleh tenaga profesional.

Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan tidak menjadi masalah. Dengan catatan kasus kematian akibat terpapar virus corona tinggi. Artinya, dari peningkatan kasus tersebut menjadi atensi untuk semakin ketat menerapkan prokes. “Karena selama ini prokes semakin kendor,” kata dr. Jack, dikonfirmasi, Selasa, 12 Januari 2021.

Saat ini, pihaknya merawat 11 pasien Covid-19 dan 30 orang lainnya menjalani isolasi mandiri. Tingginya jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri kata Jack, pihaknya akan mengusulkan ke Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dalam hal ini Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh untuk menyiapkan tenaga di satu lingkungan memiliki petugas swab, karena rata – rata pasien sedang isolasi mandiri tanpa gejala.

SDM di lingkungan akan dilatih oleh tenaga kesehatan profesional, sehingga warga bisa menjaga lingkungannya sendiri. “Kalau semuanya bermuara ke rumah sakit tidak akan mampu menampung pasien,” terangnya.

Jack menegaskan, penanganan maupun pencegahan penularan tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke tenaga kesehatan. Tokoh masyarakat, tokoh agama serta stakeholder lainnya memiliki peran yang sama untuk memerangi penyebaran wabah tersebut.

Terhadap lonjakan pasien, pihaknya telah menyiapkan ruangan instalasi gawat darurat (IGD) pengembangan dengan 50 kasur. “Kalau ruang tidak ada masalah. Begitu hasil PCR positif, langsung kita bawa ke ruang isolasi,” jelasnya.

Sebagai Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) NTB, ia meminta rumah sakit swasta tidak lagi menyiapkan 10 persen, tetapi 30 persen ranjang bagi pasien. Hal ini mengantisipasi semakin tingginya jumlah pasien Covid-19 di NTB umumnya dan Kota Mataram khususnya. (cem)