Kasus Covid-19 Melonjak, Hotel di Suranadi Disiapkan untuk Isoman Terpadu

Dandim 1606/Mataram Kolonel Arm Gunawan bersama Camat Narmada M. Busyairi menyerahkan bantuan dan bingkisan kepada warga serta kepala Puskesmas Narmada. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) terus melonjak. Terutama di wilayah Narmada, berdasarkan data terbaru terdapat 367 orang terpapar covid-19 di kecamatan yang berjuluk Kota Air ini. Mengantisipasi lonjakan ini, pihak kecamatan pun menyiapkan hotel di kawasan Suranadi menjadi tempat isolasi mandiri (isoman) terpadu tingkat kecamatan. Kapasitas tempat isolasi ini 9 kamar lengkap dengan fasilitas hotel. Bahkan jika kasus covid-19 terus naik di wilayah ini, pihak Pemda akan menyiapkan gedung seni budaya sebagai lokasi isolasi mandiri terpadu.

Jumat, 30 Juli 2021, Dandim 1606/Mataram Kolonel Arm Gunawan bersama Camat Narmada M. Busyairi bersama Kepala UPT Puskesmas Narmada dr. I Dewa Gede Ngurah Agung dan Kepala UPT BLUD Puskesmas Suranadi H. Billia Milkan,S.ST., serta pihak desa meninjau kesiapan dari tempat isolasi mandiri terpadu di salah satu hotel yang berlokasi strategis, karena berada di pinggir jalan.

Iklan

Selain mengecek tempat isoman di hotel itu, Dandim bersama camat juga mengecek kesiapan isolasi mandiri terpadu di Desa Gerimak. Di sela-sela memantau tempat isoman itu, Dandim memberikan bantuan dan bingkisan kepada warga dan petugas di desa serta pihak Puskesmas Narmada.

Dandim mengatakan pihaknya turun mengecek kesiapan tempat isolasi mandiri terpadu di wilayah Narmada. Pengecekan perlu dilakukan karena angka kasus positif di Lobar kian meningkat yang tersebar di banyak wilayah. Sesuai petunjuk dari presiden, lalu dijabarkan oleh surat gubernur bahwa tiap-tiap desa dan kecamatan serta kabupaten/kota wajib menyiapkan tempat isolasi terpusat. “Untuk menghindari klaster keluarga, karena selama ini Isolasi mandiri dilaksanankan masih di rumah masing-masing, di situ ada keluarga sehat, baik anak-anak,” jelas dia.

Persoalannya, meski sudah  diperketat saat isolasi mandiri di rumah. Namun terkadang masyarakat saat pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan ketentuan. Mereka masih berhubungan dengan keluarga dan tetangga. Karena itu dengan adanya tempat isolasi terpusat ini, warga bisa diawasi dan dilayani lebih baik, sehingga mempercepat penyembuhan. Selain itu mengantisipasi terjadinya warga meninggal di tempat isolasi mandiri. “Jangan sampai itu terjadi,”ujarnya.

Sementara itu Camat Narmada M. Busyairi mengatakan pihaknya menyiapkan tempat isolasi mandiri terpusat di Desa Suranadi. “Itu kapasitas 6 kamar dan cadangan tiga kamar sehingga totalnya 9 kamar,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya akan mencari lagi tempat-tempat lain yang bisa dipakai untuk isoman. Ada beberapa alternatif di gedung seni budaya sebagai lokasi isoman. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional