Kasus Covid-19 Melandai, Sekolah Belum Diperbolehkan Gelar PTM secara Penuh

H. Aidy Furqan (Suara NTB/dok)

Keinginan sejumlah sekolah yang sudah mencapai herd immunity untuk bisa menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh, terutama untuk SMA tampaknya belum akan terwujud. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, masih belum memperbolehkan PTM secara penuh. Kendati kasus Covid-19 di daerah ini sudah mulai melandai.

“UNTUK (PTM secara penuh) saat ini belum kita izinkan. Nanti kita akan ada evaluasi pada bulan November atau Desember dulu baru diputuskan bisa tidak sekolah menggelar PTM secara penuh,” ungkap Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, di Praya, Selasa, 12 Oktober 2021.

Iklan

Diakuinya, hampir semua sekolah khususnya SMA di daerah ini sudah mencapai herd immunity. Di mana rata-rata capaian vaksinasi siswa di sekolah-sekolah di daerah ini sudah di atas 70 persen. Tapi itu baru sebatas di lingkungan sekolah. Kalau di lingkungan masyarakat secara umum belum, sehingga pihaknya belum berani memberikan izin bagi sekolah menggelar PTM secara penuh.

“Kalau di lingkungan sekolah bolehlah sudah mencapai herd immunity. Tapi di lingkungan masyarakat. Itu yang kita khawatirkan kalau PTM secara penuh kita izinkan. Sehingga untuk saat ini masih kita tunda dulu,” imbuhnya.

Pihaknya menargetkan paling tidak capaian vaksinasi sudah di atas 80 persen baru PTM secara pernuh akan dipertimbangkan untuk dilaksanakan. Pihaknya dalam hal ini tidak ingin terburu-buru mengambil kebijakan. Semua tentu akan dibahas dan dikaji bersama dengan Satgas Covid-19.

“Yang jelas sebelum kebijakan PTM secara penuh diambil, pasti akan dievaluasi dulu dengan pihak terkait. Rencananya bulan November atau paling telat Desember kita akan evaluasi. Jadi jika memang diputuskan untuk digelar PTM secara penuh, itu artinya tahun depan baru bisa dilaksanakan kebijakan PTM secara penuh tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, beberapa sekolah sempat menyuarakan harapannya untuk bisa menggelar PTM secara penuh, seperti SMK Negeri 1 Praya dan SMA Negeri 1 Praya Barat. Kedua tersebut saat ini sudah bisa mencapai herd immnunity. Bahkan SMA Negeri 1 Praya Barat sudah menyelesaikan vaksinasi dosis kedua.

“Intinya kami siap menggelar PTM secara penuh. Karena memang kita sudah bisa mencapai herd immunity. Tapi semua keputusan tetap menunggu pemerintah. Jika memang pemerintah belum membolehkan menggelar PTM secara penuh, kita ikut saja. Tapi harapannya kita PTM bisa secara penuh. Supaya proses belajar mengajar bisa lebih optimal,” sebut Kepala SMA Negeri 1 Praya Barat, Khairil Anwar belum lama ini.

Sementara salah satu orang tua siswa, Ainiati di Praya Tengah meminta untuk sementara PTM digelar sesuai dengan ketentuan pemerintah. Meski di satu sisi, dirinya ingin melihat anaknya yang belajar di salah satu SMA sederajat di Loteng bisa belajar penuh, tapi melihat sebaran Covid-19 masih terjadi di masyarakat pihaknya mengikuti apa yang menjadi ketentuan pemerintah.

‘’Kebetulan kita semua sudah divaksin. Termasuk ibu-ibu hamil juga sudah divaksin. Tapi ini baru vaksin dosis pertama dan belum dosis kedua.  Kita semua diminta datang ke kantor lurah untuk vaksin, kita ikuti saja apa yang menjadi ketentuan pemerintah,’’ ujarnya.  (kir/ham)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional