Kasus Covid-19 Melandai, Masyarakat Diingatkan Jangan Lengah

H. Usman Hadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Tingkat kesembuhan pasien positif Coronavirus Disease atau Covid-19 terus meningkat. Program pencegahan dan penanganan melalui intervensi penanganan basis lingkungan dan kampung sehat dinilai cukup efektif. Kendati demikian, masyarakat diingatkan tidak lengah atau terlalu euphoria.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi membenarkan, jumlah kasus Covid-19 terus melandai sejak dua pekan terakhir. Penurunan kasus itu jangan terlalu membuat masyarakat euphoria, melainkan tetap proaktif dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Kita bersyukur tidak ada penambahan kasus, tetapi jangan euphoria berlebihan,” kata Usman, Senin, 16 November 2020.

Iklan

Tidak adanya kasus baru kata Usman, bukan berarti tidak ada pemeriksaan di Kota Mataram. Rumah sakit pemerintah maupun swasta tetap melakukan swab maupun rapid test. Hasilnya tidak ada reaktif maupun positif. Adapun 34 pasien masih dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri selama 10 hari akan dicek perkembangannya. Dia memperkirakan jumlah pasien sembuh hari ini (kemarin, red) akan bertambah. “Yang isolasi mandiri maupun di rumah sakit akan cek lagi kondisinya,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Mataram tidak menutup kemungkina segera masuk zona hijau. Syaratnya adalah masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Selain itu,penegakan protokol kesehatan juga meski digencarkan. “Insya Allah, kita optimis zona hijau asalkan 3 M tadi itu diterapkan,” ucapnya.

Tren tingkat kesembuhan meningkat di Mataram menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya di NTB. Usman enggan membanding-bandingkan keberhasilan penanganan dan pencegahan penularan kasus Covid-19 di Mataram. Sejak awal menurut dia, tim gugus tugas masif menelusuri kontak erat pasien positif. Di samping itu,TNI dan Polri bergerak membantu pencegahan. Namun demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat tidak boleh lengah dan ceroboh karena pandemi tidak bisa diprediksi kapan berakhirnya.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Drs. I Nyoman Suwandiasa juga mengingatkan masyarakat tidak boleh lengah dan memperhatikan 17 parameter. Di antaranya adalah tingkat kesembuhan, kasus kematian, jumlah terpapar positif virus dan lainnya. Kendati demikian, melandainya kasus Covid-19, ia optimis bahwa Kota Mataram segera masuk zona hijau. “Sekarang kita masih zona kuning,” sebutnya.

Nyoman mengharapkan protokol kesehatan tetap dilaksanakan oleh masyarakat. Di samping itu, penegakan disiplin juga harus berjalan sehingga meminimalisir penularan kasus baru. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional