Kasus Covid-19 Fluktuatif, Masyarakat Mulai Abai Prokes, Tracing Berkurang

H.Hamzi Fikri (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) NTB berharap prediksi masyarakat terpapar Covid-19 yang akan menembus 25 ribu kasus pada 2021, tidak menjadi kenyataan. Untuk itu, masyarakat NTB diminta tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) meskipun sudah divaksinasi Covid-19.

Pasalnya, ada kecenderungan masyarakat mulai abai dalam menerapkan prokes. Di samping itu, proses tracing atau pelacakan kontak terhadap orang yang pernah berinteraksi erat dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, sekarang mulai berkurang.

Iklan

‘’Tracing sekarang mulai agak berkurang. Kalau dulu awal pandemi, kencang sekali tracingnya. Sekarang mulai berkurang dengan jumlah kasus yang sekarang naik turun (fluktuatif) setiap waktu,’’ kata Kepala Dikes NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri., M.M., MARS., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 19 April 2021.

Fikri mengingatkan, kewaspadaan harus ditingkatkan dengan kondisi seperti saat ini. Di mana, masyarakat semakin abai terhadap penerapan protokol kesehatan. ‘’Jangan sampai kita kejadian seperti India. India itu sudah vaksin, kemudian malah gelombang ketiga sekarang. Karena merasa aman,’’ ujarnya mengingatkan.

Meskipun masyarakat sudah divaksinasi Covid-19, kata Fikri, Pemerintah tetap mengimbau agar tetap disiplin menerapkan prokes. Pasalnya, masyarakat yang divaksinasi masih belum mencapai 70 persen dari total populasi untuk membentuk herd immunity.

Di NTB sendiri, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi untuk dosis pertama sebanyak 161.669 orang atau 129,3 persen dari sasaran sebanyak 124.994 orang. Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua baru sebanyak 77.925 orang atau 62,3 persen.

Untuk membetuk herd immunity di NTB, kata Fikri, maka masyarakat yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 3 juta orang. ‘’Apalagi kita belum herd immunity 70 persen. Maka harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Kasus Covid-19 yang fluktuatif atau naik turun di NTB, kata Fikri, erat kaitannya dengan upaya melakukan tracing, testing dan treatment. Sekarang, masyarakat diberikan sedikit kelonggaran untuk menjalankan ibadah di masjid, tetapi dengan syarat penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. “Mudah-mudahan bisa dijalankan,” harapnya.

Fikri juga berharap prediksi angka kasus Covid-19 yang akan menembus 25 ribu orang pada 2021 tak menjadi kenyataan. ‘’Mudah-mudahan prediksi kasus Covid di NTB tahun 2021 sebanyak 25 ribu, kita menekan ini, jangan sampai segitu,’’ harapnya.

Hingga Minggu, 18 April 2021, jumlah kasus Covid-19 di NTB telah mencapai 11.698 orang. Dengan rincian, 10.096 sembuh, 1.093 masih positif dan 509 orang meninggal dunia. “Makanya tetap tingkatkan kewaspadaan, walaupun ada kelonggaran. Jangan abai kita,” tandasnya.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, dr. Hamsu Kadriyan, Sp.T.H.T.K.L (K)., M. Kes., memprediksi kasus Covid-19 di NTB hingga akhir 2021 bisa menembus 25 ribu kasus. Sehingga, untuk menekan terjadinya lonjakan kasus, program vaksinasi harus berjalan sukses dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan Covid-19 harus tetap dijalankan meskipun sudah ada vaksin.

Untuk itu, langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 di tahun 2021. Antara lain, Satgas Covid-19 harus tetap memastikan masyarakat tetap patuh menjalankan protokol kesehatan. Kemudian, program vaksinasi harus bisa disukseskan.

Pada  prinsipnya, kata Hamsu, yang paling utama adalah merefresh kembali protokol kesehatan kepada masyarakat. Supaya tetap menjalankan protokol kesehatan. “Jangan sampai lengah, jangan sampai tambah melalaikan protokol kesehatan,” katanya mengingatkan.

Menurutnya, patuh terhadap protokol kesehatan merupakan cara yang paling murah dan paling gampang untuk mencegah penularan Covid-19. (nas)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional