Kasus Covid-19 di Pulau Sumbawa Meningkat, Lombok Melandai

Peta perkembangan kasus Covid-19 di NTB, Kamis, 15 Oktober 2020. (Sumber : Pemprov NTB)

Mataram (Suara NTB) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat kasus baru Covid-19 di Pulau Lombok melandai dalam beberapa hari terakhir. Sementara di Pulau Sumbawa, justru terjadi peningkatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos, MH, mengatakan, Kota Mataram dan Lombok Barat dalam beberapa hari terakhir, jumlah kasus baru positif Covid-19 mulai menurun. Bahkan, kata Aryadi, pada Rabu, 14 Oktober 2020, kasus baru Covid-19 di Kota Mataram nol.

‘’Kalau kita lihat kasus per hari, landai. Kemarin malah tidak ada. Sebelumnya memang satu, dua. Yang meningkat sekarang di Pulau Sumbawa, Bima dan Kota Bima tinggi. Agak melandai kalau di Pulau Lombok,’’  kata Aryadi dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 15 Oktober 2020.

Meskipun kasus baru Covid-19 di Pulau Lombok melandai. Namun ada beberapa kabupaten seperti Lombok Timur dan Lombok Tengah yang masih terjadi penambahan kasus baru cukup lumayan. Namun, kata Aryadi, jumlah kasusnya masih di bawah 10 orang.

“Tapi masih ada pasien yang meninggal. Kita khawatir juga setelah adanya demo kemarin. Tapi kita lihat perkembangannya,” ujarnya.

Dengan melandainya kasus baru Covid-19 di Pulau Lombok, diharapkan masyarakat terus disiplin menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan. Menggunakan masker, kata Aryadi, harus dijadikan budaya baru di masa pandemi saat ini.

Bagi daerah yang kasusnya mulai melandai, ia mengingatkan jangan sampai lengah. Tetapi harus tetap konsisten mempertahankan agar terus terjadi pelandaian kasus.

‘’Kalau lengah, kita khawatir meningkat. Karena penularan masih terjadi. Cara paling  efektif mencegah penularan virus ini adalah patuhi protokol kesehatan,’’ katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas NTB, jumlah pasien positif Covid-19 yang masih dirawat atau isolasi sebanyak 447 orang. Dengan rincian, Kota Mataram 124 orang, Lombok Barat 104 orang, Lombok Tengah 25 orang, Lombok Utara 10 orang, Lombok Timur 29 orang.

Kemudian Sumbawa Barat 8 orang, Sumbawa 10 orang, Dompu 13 orang, Bima 40 orang, Kota Bima 54 orang. Selanjutnya, Warga Negara Asing (WNA) satu orang dan warga luar NTB 29 orang.

Sedangkan pasien yang sembuh sebanyak 2.953 orang. Dengan rincian, Kota Mataram 1.043 orang, Lombok Barat 524 orang, Lombok Tengah 203 orang, Lombok Utara 103 orang dan Lombok Timur 429 orang. Selanjutnya, Sumbawa Barat 44 orang, Sumbawa 195 orang, Dompu 153 orang, Bima 64 orang, Kota Bima 103 orang, WNA 4 orang dan warga luar NTB 78 orang.

Sementara, jumlah pasien yang meninggal tercatat 208 orang. Terdapat di Kota Mataram 87 orang, Lombok Barat 49 orang, Lombok Tengah 15 orang, Lombok Utara 5 orang, Lombok Timur 22 orang, Sumbawa Barat 3 orang, Sumbawa 11 orang, Dompu 8 orang, Bima dan Kota Bima masing-masing 8 orang.

Gugus Tugas NTB mencatat, jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 3.608 orang. Dengan rincian, Kota Mataram 1.254 orang, Lombok Barat 687 orang, Lombok Tengah 243 orang, Lombok Utara 118 orang, Lombok Timur 480 orang. Kemudian, Sumbawa Barat 55 orang, Sumbawa 216 orang, Dompu 174 orang, Bima 108 orang, Kota Bima 161 orang, WNA 5 orang dan warga luar NTB 107 orang.

Terkait dengan tingkat kematian pasien Covid-19 di NTB yang masih sangat tinggi. Aryadi mengatakan petugas kesehatan terus melakukan tracing kontak secara masif. Pihaknya berharap, bagi masyarakat yang punya gejala ringan, agar segera datang ke Puskesmas atau rumah sakit untuk memeriksakan diri.

‘’Jangan terlambat, ketika parah baru ke dokter,’’ ujarnya.

Menurut Aryadi, ada psikologi masyarakat yang dilihat takut datang ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit. Karena takut dikatakan terpapar Covid-19. Aryadi menjelaskan, penentuan pasien terkonfirmasi Covid-19 tidak dilakukan secara sembarangan. Tetapi sesuai dengan hasil pemeriksaan sampel di laboratorium.

Strategi menekan angka kematian ini  bagaimana mengimbau masyarakat kalau ada gejala ringan, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Sekarang ini yang terjadi, masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan  ketika sudah berat kasusnya.

‘’Terutama lansia dan punya penyakit komorbid. Kalau ada gejala ringan, supaya segera periksakan diri supaya segera ditangani,’’ harapnya.

Aryadi menambahkan, angka kematian pasien Covid-19 cukup besar pengaruhnya dalam penentuan zonasi Covid-15 di suatu daerah. Dari 14 indikator, tingkat kematian pasien kontribusinya mencapai 10 persen. (nas)