Kasus Covid-19 di Mataram Menurun

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di lobi masuk Kantor Walikota. Kedisiplinan menggunakan masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan jadi syarat agar terhindar dari penularan virus corona. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Kasus baru Coronavirus Disease atau Covid-19 di Kota Mataram, mengalami penurunan. Rilis yang dikeluarkan tim gugus tugas pada Minggu, 8 November 2020 tidak ada penambahan kasus baru. Hal ini menandakan bahwa program pencegahan dan penanganan penyebaran virus corona di Mataram berhasil.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Drs. I Nyoman Suwandiasa menyampaikan, upaya yang dilakukan oleh Pemkot Mataram dengan berbagai intervensi baik itu pencegahan dan penanganan cukup efektif. Terbukti kasus cukup melandai dua pekan terakhir. Kalau pun terjadi penambahan kasus hanya dua digit. “Proses itu tidak mengkhianati hasil,” kata Nyoman dikonfirmasi, Senin, 9 November 2020.

Iklan

Langkah pencegahan melalui program Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL), Kampung Sehat serta penegakan disiplin protokol kesehatan dinilai cukup berhasil. Program itu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kasus serta meningkatnya angka kesembuhan. Meskipun diakui Nyoman, penambahan kasus Covid-19 sifatnya fluktuatif. “PCBL dan kampung sehat ini cukup berhasil,” tandasnya.

Dari peta penyebaran Covid-19 lanjutnya, beberapa wilayah kategori zona hijau. Sementara, Kelurahan Taman Sari Kecamatan Ampenan masih zona merah. Wilayah dengan kategori zona merah menjadi atensi dan akan ditangani secara serius. Kontak tracking serta protokol kesehatan tetap dilaksanakan. “Mempertahankan itu lebih susah,” ujarnya.

Untuk menekan penurunan kasus, tim gugus tugas tetap mengambil langkah konkret melalui penegakan Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020 tentang antisipasi penyakit menular. Di samping itu, program PCBL, kampung sehat serta kontak tracking harus dimasifkan di masing – masing lingkungan. Pasien dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri akan menjadi perhatian. Dari berbagai intervensi tersebut diharapkan mampu mewujudkan Mataram zona hijau penyebaran virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi menambahkan, penerapan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan adalah paling efektif untuk mengurangi resiko penularan. Tiga hal itu harus disiplin dilaksanakan oleh masyarakat. “Intinya disiplin terapkan 3 M itu tadi,” kata Usman.

Sebagai tambahan informasi, jumlah kasus Covid-19 sampai tanggal 9 November 1.285 jiwa. Dengan rincian 1.161 orang dinyatakan sembuh, 35 masih dalam perawatan dan 89 orang meninggal dunia. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional