Kasus Covid-19 di Mataram Masih Fluktuatif

Seorang petugas Satgas Covid-19 di Kelurahan Pagesangan Barat membagikan nasi kotak bagi warga yang menjalani isolasi mandiri, Selasa, 24 Agustus 2021. Selama PPKM diterapkan, warga yang menjalani isoman menjadi perhatian khusus.(Suara NTB/Ist)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Covid-19 Nasional memutuskan Kota Mataram tetap masuk dalam daftar wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga. Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa menyebut kasus positif harian yang masih fluktuatif menjadi alasan utama untuk keputusan tersebut.

“Tadi malam saja yang 45 orang, tapi kesembuhan kita memang masih lebih banyak (dibanding jumlah konfirmasi positif) beberapa hari terakhir ini. Kasus yang masih fluktuatif ini menjadi penyebab kita belum bisa masuk ke level dua,” ujar Nyoman, Selasa, 24 Agustus 2021.

Iklan

Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi kerja Satgas Covid-19 di tingkat kelurahan dan lingkungan se-Kota Mataram. Pasalnya, dengan mempertahankan status PPKM level tiga saja beberapa kegiatan sosial-ekonomi masyarakat dapat lebih longgar dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Banyak relaksasi yang bisa kita terapkan untuk aktivitas masyarakat kita supaya menggeliat. Terutama yang jadi penekanan kita di sektor pendidikan. Bagaimana dalam situasi pandemi ini anak-anak kita bisa mendapatkan haknya untuk pendidikan yang layak dengan memulai tatap muka (PTM). Ini bisa kita laksanakan karena Kota Mataram bisa masuk wilayah level tiga,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram tersebut.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2021 perpanjangan PPKM diberlakukan hingga 6 September mendatang. Mengingat Kota Mataram telah masuk menerapkan pembatasan sesuai aturan level tiga sebelumnya, maka tidak banyak aturan PPKM yang diubah dalam perpanjangan kali ini.

“Setidaknya tren positif untuk eskalasi kasus harian kita meningkat dan berhasil kita raih dengan kerja baik dari Satgas. Ini perlu kita pertahankan dan lanjutkan bersama, terutama dengan meningkatkan aktivitas di posko level lingkungan dan kelurahan untuk memastikan penularan bisa dicegah dengan penerapan protokol kesehatan,” tandas Nyoman.

Sampai dengan 23 Agustus 2021 jumlah konfirmasi positif di Kota Mataram telah mencapai 6.504 kasus. Rinciannya, 5.867 orang pasien dinyatakan sembuh, 213 orang meninggal, dan masih 424 orang menjalani perawatan. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional