Kasus BWS, Polres Loteng Rencanakan Cek Fisik Alat Penghancur Enceng Gondok

Praya (suarantb.com) – Polres Lombok Tengah terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat penghancur enceng gondok pada  Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I. Besaran nilai proyek tersebut sebesar Rp 1,5 miliar untuk pengadaan mesin penghancur enceng gondok di Bendungan Batujai Lombok Tengah (Loteng).

Kapolres Loteng, AKBP Nurodin S.I.K saat ditemui di Mataram mengatakan alotnya proses penyelidikan kasus tersebut agar tidak ada persepsi yang berbeda pada  masyarakat. Sehingga pihak Kepolisian berencana akan melakukan cek fisik alat penghancur enceng gondok tersebut.

Iklan

“Ini supaya jangan ada salah persepsi, makanya kita akan lihat dulu, kita upayakan alatnya mana sih yang jadi persoalan? Kita tes dulu baru kita lihat speknya seperti apa. Lalu kita lihat sesuai nggak dengan nilai proyeknya. Jadi tahapnya tidak bisa sesimpel itu,” ujar Nurodin, Rabu 27 Juli 2016.

Kendati demikian Polres Loteng  dalam prioritas penanganan kasus dugaan korupsi akan memprioritaskan kasus Balai Bedah Desa (BBD) yang rencananya akan berkoordinasi dengan KPK. Sementara kasus BWS dalam perencanaan cek alat.

“Ini masih berjalan, jadi kita prioritaskan yang kayak tadi. BBD kita prioritaskan itu. Kan ada kebijakan untuk ekspos sudah tidak seperti itu lagi, tapi tetap kita tindaklanjuti. Artinya kita periksa lebih detail lagi seperti apa kasusnya, ini yang lagi kita dalami. Makanya kita mau lihat alatnya dulu seperti apa sih yang jadi persoalan itu,” jelasnya.

Diketahui, pengadaan alat berat ini terealisasi atas bantuan dari Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum tahun anggaran 2013, dengan pemenang tender yaitu PT Sumber Logam Nusantara (SLN). Alat tersebut berfungsi menghancurkan eceng gondok dan mengatasi pendangkalan sungai. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here