Kasus BOS SMKN 1 Narmada, Berkas Dua Tersangka Diteliti

Kasatreskrim Polres Mataram, Kiki Firmansyah Effendi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram melengkapi berkas dua tersangka dugaan korupsi dana BOS SMKN 1 Narmada tahun 2014/2015. Petunjuk P-19 jaksa dipenuhi. Berkas tersangka MA dan NU akan diteliti lagi kelengkapannya.

Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah Effendi menyebutkan berkas tersebut dilengkapi dengan pemeriksaan tambahan saksi-saksi.

Iklan

“Sekarang posisi berkasnya masih di jaksa,” ujarnya dikonfirmasi Jumat, 9 September 2018. Berkas dilengkapi dengan tambahan pemeriksaan saksi-saksi dan termasuk pemeriksaan tambahan tersangka.

Keterangan (saksi) itu kita pakai lengkapi berkas. Sudah kita limpahkan lagi ke jaksa,” ucapnya.

Berkas tersangka, MA mantan Kepala SMKN 1 Narmada dan NU, mantan Bendaharanya sebelumnya dikembalikan jaksa dengan alasan belum lengkap.

“Intinya mengenai unsur materiil dan formilnya,” sebut dia. Kini pihaknya dalam posisi menunggu jaksa peneliti memeriksa berkas tersebut. “Kalau dinyatakan lengkap maka kita siapkan pelimpahan tahap duanya. Kalau masih dikembalikan lagi, kita akan lengkapi,” papar Kiki.

Mantan kepala sekolah dan bendahara diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam pengelolaan dana BOS SMKN 1 Narmada tahun anggaran 2014/2015. Selama penyidikan ini, dua tersangka tidak ditahan atas alasan masih kooperatif.

Dua tersangka tersebut dijerat dengan pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Meski sudah menjadi tersangka, kepala sekolah dan bendahara tidak ditahan.

Dana BOS SMKN 1 Narmada tahun anggaran 2014/2015 mencapai Rp1,9 miliar. Dari hasil penghitungan BPKP Perwakilan NTB, dugaan korupsi itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp316 juta. (why)