Kasus BOS SMKN 1 Narmada Belum Tuntas

Kasatreskrim Polres Mataram, Joko Tamtomo (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidikan dugaan korupsi dana BOS SMKN 1 Narmada 2014/2015 akhirnya tuntas juga. Kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap berkasnya. Dua tersangka mantan kepala SMKN 1 Narmada MA dan mantan bendaharanya NU akan diajukan ke tahap penuntutan.

“Iya berkasnya sudah lengkap, sudah P-21,” ujar Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Joko Tamtomo dikonfirmasi Jumat, 1 Februari 2019 lalu.

Iklan

Dua berkas perkara tersebut yakni untuk tersangka MA dan NU, yang keduanya disangkakan pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dua tersangka itu, kata Joko, selanjutnya akan dipanggil untuk pelimpahan tahap dua ke jaksa penuntut umum. “Sedang kita agendakan. Nanti kita panggil mereka karena kan mereka tidak ditahan,” bebernya.

Kasus tersebut disidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram sejak tahun 2016. Awalnya dilaporkan karena ada dugaan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan lembar pertanggungjawaban.

Sepanjang penyidikan, penyidik kemudian menemukan indikasi mantan kepala sekolah dan bendahara itu menyalahgunakan kewenangannya, dalam pengelolaan dana BOS SMKN 1 Narmada tahun anggaran 2014/2015.

SMKN 1 Narmada tahun anggaran 2014/2015 mendapat kucuran dana BOS mencapai Rp 1,9 miliar. Dari hasil penghitungan BPKP Perwakilan NTB, dugaan korupsi itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 316 juta. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here