Kasus BOS SDN 19 Cakranegara, Kerugian Negara Lebih Besar

Kadek Adi Budi Astawa. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kerugian negara kasus dana BOS SDN 19 Cakranegara tahun anggaran 2015-2017 mencapai Rp884,122 juta. Hal itu berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan NTB. Polresta Mataram menyiapkan gelar perkara penetapan tersangka.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Senin, 25 Januari 2021 menjelaskan, hasil audit ini menunjukkan kerugian negara lebih besar dari perkiraan sebelumnya. “Perhitungan kita Rp600-an juta. Ini hasil auditnya Rp800-an juta. Ini besar karena pada tiga tahun anggaran,” ucapnya.

Iklan

Kerugian negara ini muncul akibat dari adanya indikasi perbuatan korupsi. Laporan pertanggungjawaban tidak sesuai dengan penggunaan dana yang sebenarnya. laporan pertanggungjawaban direkayasa dengan transaksi fiktif, dan penggelembungan harga item barang.

Pengelolaan dana yang dimanipulasi antara lain kegiatan perbaikan taman, pemasangan paving, pembelian alat tulis, sampai keperluan pertemuan. “Modusnya ada mark-up dan laporan fiktif. Dari pengadaan barang dan jasa, pekerjaan fisik,” sebutnya.

Dokumen audit kerugian negara ini, sambung dia, menjadi bukti baru dalam kasus ini. Bukti kerugian negara ini semakin meyakinkan tim penyidik untuk menetapkan tersangkanya. “Bukti-buktinya sudah kuat. Kita nanti akan gelar perkara penetapan tersangka,” ujar Kadek Adi.

Mantan Kepala SDN 19 Cakranegara, H sudah diperiksa sebagai saksi. Demikian juga dengan mantan bendahara. Pemeriksaan itu terkait pencairan anggaran, penggunaan anggaran, dan pertanggungjawaban anggarannya. Total saksi yang diperiksa 40 orang.

Selama tiga tahun anggaran, yakni 2015 sampai 2017, laporan pertanggungjawaban dibuat tidak sesuai dengan realisasinya. Total anggaran yang dikelola SDN 19 Cakranegara sepanjang tiga tahun tersebut mencapai Rp1,6 miliar. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional