Kasus Bibit Kedelai Lombok Tengah, Penghitungan Kerugian Negara Belum Rampung

Kepala Kejari Lombok Tengah, Ely Rahmawati (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidikan kasus bibit kedelai Lombok Tengah tahun anggaran 2016/2017 belum beralih dari pendalaman alat bukti. Satu diantaranya hasil penghitungan kerugian keuangan negara. Auditnya masih berjalan di BPK RI Perwakilan NTB.

Kepala Kejari Lombok Tengah, Ely Rahmawati mengungkapkan, hasil penghitungan kerugian negara belum diterima dari auditor.

Iklan

“Masih di pendalaman saksi-saksi sambil menunggu. Hasil PKKN belum keluar,” ujarnya menjawab telepon, kemarin.

Dia mengatakan, PKKN dari auditor sangat penting karena akan dijadikan alat bukti unsur kerugian negara, seperti dalam konstruksi hukum UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999.

“Jadi kalau ada PKKN dulu, baru kita bisa tetapkan tersangka. Kerugian negara ini alat bukti,” ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa kasus dugaan penyimpangan dana bantuan Rp12 miliar yang bersumber dari APBN Tahun 2017 itu  sudah masuk dalam tahap penyidikan.

Namun dalam penyidikan ini masih berkutat pada tahap pengumpulan alat bukti. Ely menerangkan, dalam kasus ini banyak pihak yang keterangannya diperlukan.

“Kelompok taninya sudah diperiksa. Kepala UPTD kecamatan,” sebutnya. Dana bantuan dikirimkan ke masing-masing kelompok tani melalui rekening khusus. Yang kemudian dibelanjakan sesuai dengan rencana seperti proposal pengajuan.

Adapun para pihak yang turut diperiksa dalam kasus ini antara lain, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Kepala UPT, Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL), dan Kelompok Tani penerimaan bantuan dari lima Kecamatan, serta beberapa pejabat terkait lainya.

Sejauh ini penyidik menemukan bahwa bantuan dana kelompok tani diberikan melalui rekening bank. Dana di rekening dimaksud kemudian diamanahkan untuk membeli bibit kedelai berikut pupuk sesuai dengan spesifikasi seperti diatur dalam petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis).

Lima kecamatan yang mendapat bantuan dalam bentuk benih kedelai ini antara lain, Kecamatan Janapria, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Barat, dan Kecamatan Praya Barat Daya. (why)