Kasus Bibit Kedelai Bima 2015, Kadis Cuma Terima Laporan Bawahan

Terdakwa Nurdin bin Abdulrahman berjalan meninggalkan ruang persidangan kasus bibit kedelai Kecamatan Tambora 2015. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Duit proyek bibit kedelai Kecamatan Tambora tahun 2015 cuma disetor ke kelompok tani Rp138 juta. Itupun kelompok tani fiktif. Sisanya dinikmati sendiri terdakwa, Nurdin bin Abdulrahman, mantan Kepala UPT Pertanian Kecamatan Tambora.

Jaksa Penuntut Umum, Andang Setyo Nugroho menyebutkan, terdakwa menikmati duit proyek program peningkatan produksi tanaman kedelai. Sesuai dengan keterangan ahli auditor BPKP Perwakilan NTB di persidangan.

Iklan

“Hanya sekitar Rp138 juta yang dipakai untuk membelanjakan item seperti bibit, obat tanaman, dan pupuk. Sisanya dinikmati untuk keperluan pribadi,” ujarnya ditemui usai persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram.

Terdakwa Nurdin didakwa korupsi proyek paket bantuan program peningkatan produksi kedelai di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima tahun 2015. Proyek senilai Rp1,1 miliar untuk lahan seluas 650 hektare itu dikorupsi sehingga negara merugi Rp802 juta.

Cara-caranya, terdakwa menfasilitasi pembelian paket bantuan seperti bibit kedelai, pupuk, dan obat tanaman untuk 25 kelompok tani penerima bantuan. Item bantuan dibeli dari tiga penangkar benih.

Dalam perencanaan kebutuhan bibit sebanyak 30 ton atau setara 30.000 kg. Namun yang disalurkan hanya sebanyak 8.625 kg. Total kebutuhan 2.500 liter obat yang dipenuhi hanya 1.500 liter.

Total duit proyek yang dibelanjakan hanya Rp138 juta, dan sisanya tidak bisa dipertanggung jawabkan terdakwa karena sudah dipakai untuk keperluan pribadi. (why)