Kasus Bibit Bawang, Penyidik Cocokkan Keterangan Saksi dengan Dokumen

Mataram (Suara NTB) – Penyidikan dugaan penyimpangan proyek pengadaan bibit bawang di Kabupaten Bima tahun 2016 masih terus berlanjut. Penyidik saat ini masih mendalami dokumen pengadaan. Guna menyelidiki indikasi fiktif pada pengadaan, keterangan saksi-saksi akan dicocokkan dengan dokumen.

Dijelaskan Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra. Tri Budi Pangastuti, MM,Kondisi proyek saat ini, pekerjaan sudah selesai sesuai kontrak tahun 2016 lalu.  Penyelidikan mengarah pada indikasi fiktif pengadaan.

Iklan

Namun untuk mengecek fiktif atau tidak, pihak penyidik akan melakukan sinkronisasi dokumen di lapangan dengan para saksi. ‘’Saksi akan dikonfrontir dengan dokumen yang kami dapat,’’ katanya, menjawab Suara NTB, Kamis, 2 November 2017.

Namun untuk mendapatkan dokumen pengadaan itu tidak mudah. Sebab alasan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bima, dokumen banyak yang hilang lantaran hanyut terbawa banjir.

‘’Ini yang menjadi kesulitan penyidik, karena dokumen banyak hilang karena banjir,’’ sebutnya.

Dia jelaskan, pengadaan bibit bawang tahun 2016 sumbernya dari Kementerian Pertanian, teknisnya  melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bima. Sesuai keterangan Kepala Dinas Pertanian  Kabupaten Bima, H. Tayeb,  lelang dilakukan selama dua  bulan.

Menurutnya, keterangan penyidik akan dirunut dari proses lelang di Dinas Pertanian soal pengadaannya oleh pemenang tender atau penangkar bibit, kemudian dicocokkan dengan keterangan  petani penerima bantuan senilai Rp 40 miliar lebih itu.

Informasi yang diterima dari penyidik, bahwa bibit susut pada saat diserahkan pada petani. Didapat juga keterangan, saat lelang harga bawang rendah, namun  pada saat serah terima pengadaan, harga menjadi tinggi. Namun angka tidak disebutkan penyidik.

‘’Proyek dilelang Oktober-Desember 2016. Lelang  bukan saat musim tanam karena lelang dibagi dalam dua tahapan karena hitungan volume bibit,’’ jelasnya.  Lelang tahap I gagal, sehingga molor dan berdekatan dengan lelang tahap 2.

Kabid Hortikultura Distan Kabupaten Bima, Syahrial dihubungi via ponsel sore kemarin mengaku belum ada panggilan pemeriksaan baru dari penyidik ke pihaknya. Panggilan terakhir bulan lalu terhadap PPK dan panitia serta bendahara. “Sampai sekarang  belum ada panggilan lagi,” ujarnya singkat. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here