Kasus Benih Jagung 2017, Para Tersangka Saling Bongkar Peran

Dedi Irawan. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Empat tersangka kasus pengadaan benih jagung 2017 kini semua sudah lengkap berada di dalam sel penjara. Penyidikan kasus yang ditaksir merugikan negara Rp15,45 miliar ini terus berjalan. Mereka nantinya akan diperiksa masing-masing baik sebagai tersangka dan saksi untuk tersangka lain.

“Kita akan selesaikan dulu pemeriksaan tersangkanya karena ada satu tersangka yang baru ditahan,” jelas Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan Selasa, 8 Juni 2021.

Iklan

Para tersangka itu antara lain, mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Husnul Fauzi; pejabat pembuat komitmen I Wayan Wikanaya; Direktur PT WBS Lalu Ikhwan Hubi; dan Direktur PT SAM Aryanto Prametu.

Nama yang disebut terakhir baru menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka Senin lalu. Pada hari itu juga langsung ditahan. Sementara tiga tersangka lainnya sudah diperiksa dan ditahan sejak 12 April lalu. Masing-masing sudah ada yang menjalani tiga kali pemeriksaan sebagai tersangka. Bahkan juga ada yang menjalani pemeriksaan keempat. “Nanti kalau sudah selesai semua diperiksa sebagai tersangka, tiap tersangka ini akan diperiksa juga sebagai saksi untuk tersangka lain. Istilahnya, saksi mahkota,” sebut Dedi.

Dalam pemeriksaan saksi mahkota ini, semua tersangka akan saling membuka peran. Baik perannya sendiri dalam proyek senilai Rp48,25 miliar tersebut. Ataupun membuka peran tersangka lain. “Terkait apa-apa saja yang mereka ketahui,” imbuhnya. Benih jagung yang disalurkan dua rekanan ini diduga tidak memiliki sertifikat resmi. PT SAM mendapat kontrak Rp17,25 miliar. Sementara PT WBS mendapat kontrak Rp31 miliar.  (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional