Kasus Benih Jagung 2017, Mantan Kadistanbun NTB Ditahan

Mantan Kadistanbun NTB, H. Husnul Fauzi digiring tim jaksa Kejati NTB, Senin, 12 April 2021 menuju mobil tahanan. Tersangka kasus benih jagung 2017 ini ditahan di Rutan Polda NTB.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejati NTB melakukan penahanan terhadap tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan benih jagung 2017. Penahanan ini setelah para tersangka diperiksa delapan jam lamanya. Penahanan ini sebagai antisipasi agar tersangka tidak melarikan diri.

Mereka yang ditahan masing-masing, mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Provinsi NTB Ir.H.Husnul Fauzi, M.Si. Kemudian mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) I Wayan Wikanaya dan Direktur PT WBS, Lalu Ikhwan.

Iklan

“Tiga tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan,’’ ujar Pelaksana Harian Kasi Penerangan Hukum Kejati NTB, M. Aria Rosyid, S.H didampingi Kasi Penyidikan pada Bidang Pidsus Kejati NTB, Agus Sunaryo, S.H.

Aria mengatakan, para tersangka ini sudah diambil keterangan sebagai tersangka. Tim penyidik Pidsus lalu memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka. “Karena dikhawatirkan akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti,” jelasnya.

Sementara satu tersangka lain, Direktur PT SAM Aryanto Prametu tidak ditahan. Aryanto pun tidak menghadiri pemeriksaan karena masih teridentifikasi positif Covid-19. Surat keterangannya diantarkan penasihat hukumnya.

‘’Satu orang masih dalam keadaan sakit. Ada surat keterangan Covid-19 dari RS Kota (Mataram),” sebut Arya. Tersangka nanti akan dipanggil lagi untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. “Kita akan panggil lagi. Panggilan ketiga,” imbuhnya.

Para tersangka tersebut diduga terlibat bersama-sama dalam dugaan korupsi proyek pengadaan benih jagung tahun 2017. Total anggaran pengadaannya mencapai Rp48,25 miliar. Benih yang disalurkan ternyata tidak sesuai spesifikasi. Benih tidak bersertifikat resmi karena sumbernya diduga oplosan dengan jagung konsumsi.

Anggaran dari Kementerian Pertanian RI itu digelontorkan untuk pengadaan dalam dua tahap. Mekanisme pelaksanaan pengadaannya, dua rekanan ditunjuk langsung. Yakni PT SAM untuk pengadaan senilai Rp17,25 miliar. Kemudian PT WBS dengan anggaran pengadaan Rp31 miliar. Indikasi kerugian negaranya berdasarkan hitungan sementara jaksa sekitar Rp15 miliar. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional