Kasus Benih Jagung 2017 Empat Tersangka Dipanggil Lagi Pekan Depan

Ilustrasi Lahan Jagung (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan benih jagung tahun 2017 dipanggil lagi. Mereka sepekan lalu sudah dipanggil. Namun, dua tersangka diantaranya positif Covid-19. Demikian juga panggilan dilayangkan lagi untuk tersangka yang mangkir pemeriksaan.

Kepala Kejati NTB Tomo Sitepu menjelaskan, dua tersangka dipanggil lagi untuk pemeriksaan setelah selesai menjalani isolasi mandiri. “Setelah 10 hari selesai isolasi kita periksa lagi. Nanti kita tes (Covid-19) lagi di sini,” ucapnya, Jumat, 9 April 2021.

Iklan

Empat tersangka yang dipanggil lagi itu antara lain mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB Husnul Fauzi; mantan pegawai Distanbun Provinsi NTB I Wayan Wikanaya; Direktur PT SAM Aryanto Prametu; dan Direktur PT WBS L Ihwan.

Tersangka Husnul pada Kamis pekan lalu hadir panggilan. Tapi hasil tes cepat antigen di RSUD Kota Mataram menunjukkan positif Covid-19. Tersangka Aryanto tidak hadir dengan alasan masih isolasi mandiri. Surat keterangan positif Covid-19 dari RS Harapan Keluarga disampaikan melalui pengacaranya. Tersangka Ihwan tidak hadir tanpa keterangan alias mangkir. Tersangka Wikanaya yang hadir pada pekan lalu sudah menjalani pemeriksaan. Wikayana dipulangkan dan akan dipanggil lagi untuk pemeriksaan selanjutnya.”Sudah kita panggil lagi untuk pemeriksaan kembali. Semua tersangka,” sebutnya.

Para tersangka tersebut diduga terlibat bersama-sama dalam dugaan korupsi proyek pengadaan benih jagung tahun 2017. Total anggaran pengadaannya mencapai Rp48,25 miliar. Benih yang disalurkan ternyata tidak sesuai spesifikasi karena terindikasi tidak bersertifikat resmi.

Anggaran dari Kementerian Pertanian RI itu digelontorkan untuk pengadaan dalam dua tahap. Mekanisme pelaksanaan pengadaannya, dua rekanan ditunjuk langsung. Yakni PT SAM untuk pengadaan senilai Rp17,25 miliar. Kemudian PT WBS dengan anggaran pengadaan Rp31 miliar. Indikasi kerugian negaranya berdasarkan hitungan sementara jaksa nilainya Rp15 miliar. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional