Kasus Benih Jagung 2017, Dua Terdakwa Minta Penangguhan Penahanan

Direktur PT WBS Lalu Ikhwanul Hubby saat mengikuti persidangan sebagai terdakwa kasus pengadaan benih jagung tahun 2017 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram Rabu lalu.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) –Direktur PT Sinta Agro Mandiri (SAM) Aryanto Prametu dan Direktur PT Wahana Banu Sejahtera (WBS) Lalu Ikhwanul Hubby minta keluar sementara dari penjara. Terdakwa kasus benih jagung tahun 2017 ini memohon penangguhan penahanan. Salah satu alasannya, bertikad baik sejak penyidikan sampai kasus ini akhirnya disidangkan.

Penasihat hukum Aryanto, Emil Siain menyampaikan permohonan tertulis dan lisan kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. “Klien kami kooperatif,” ujarnya, Jumat, 27 Agustus 2021. Dia mengklaim bukti kooperatif itu ditunjukkan kliennya dengan menitipkan sebagian kerugian negara sebesar Rp7,5 miliar dari total kerugian negara Rp15,43 miliar.

Iklan

Selain itu kliennya juga sedang berperkara perdata yang sidangnya harus dihadiri. Gugatan ini terkait ganti rugi pengiriman benih jagung yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Aryanto menggugat CV Tani Tandur dan Diahwati. Aryanto merasa dirugikan Rp7,559 miliar. Ditambah lagi dengan kerugian biaya dan bunga Rp1 miliar. Sehingga AP merasa dirugikan yang totalnya mencapai Rp8,559 miliar. Diahwati dan CV Tani Tandur digugat mengganti kerugian tersebut. “Perkaranya masih sidang,” sebut Emil.

Terpisah, penasihat hukum Ikhwan, Kurniadi juga mengajukan permohonan yang sama. Alasannya karena kliennya itu kooperatif dengan menitipkan pengganti kerugian negara sebesar Rp3,75 miliar dari total kerugian Rp11,9 miliar. “Itu yang dari audit BPK dan Irjen. Sudah ada bukti lunas, bukti setor ke kas negara,” jelasnya. Ketua Majelis Hakim Catur Bayu Sulistiyo mengaku akan mempelajari permohonan para terdakwa tersebut. “Nanti kita musyawarahkan dengan anggota majelis,” urainya.

Aryanto sebelumnya didakwa korupsi pada pengadaan benih jagung tahun 2017. Perusahaannya mendapatkan kontrak sebesar Rp17,25 miliar untuk pengadaan 487,85 ton benih jagung hibrida Balitbang. Benih ini untuk disalurkan kepada 1.786 kelompok tani pada areal tanam seluas 32 ribu hektare. PT SAM mendapat kontrak berkat campur tangan mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Husnul Fauzi. Proses mendapatkan kontrak hingga dinyatakan selesai dan dibayar lunas dimuluskan pejabat pembuat komitmen Ida Wayan Wikanaya. Keduanya juga menjadi terdakwa dalam kasus ini.

PT SAM bekerjasama dengan calo proyek Diahwati yang juga pengusaha katering dalam mendatangkan benih jagung pada bulan September 2017 tersebut. Ternyata yang datang bukan benih melainkan benih konsumsi. Benih itu ternyata rusak saat sampai di kelompok tani. Sebanyak 327,5 ton yang didistribusikan kelompok tani kondisinya rusak dan berjamur. Petani lalu mengembalikan benih rusak ini sebanyak 194,1 ton. Sementara sebanyak 45,6 ton lainnya tidak dikembalikan karena terlanjur ditanam.

PT SAM mengganti benih itu dengan memesan lagi ke Diahwati. Benih pengganti akhirnya datang sebanyak 151,6 ton. Tapi benih dari produsen resmi hanya 9 ton. Benih pengganti sebanyak 144,2 ton disalurkan kembali ke petani. Karena masih ada kekurangan, maka Husnul Fauzi memerintahkan Aryanto untuk membeli kepada PT Wahana Banu Sejahtera. Aryanto kemudian menuruti Husnul dengan membeli 217,1 ton benih kepada Ikhwan.

Tetapi benih yang dibeli itu berbeda varietasnya sehingga tidak sesuai dengan kontrak. Akibatnya, negara dirugikan sebesar Rp14,53 miliar menurut perhitungan BPKP Perwakilan NTB. Sementara Ikhwan memenangi kontrak Rp31,76 miliar untuk pengadaan benih jagung hibrida umum 2, Balitbang, dan Komposit dengan persyaratan teknis tertentu. Ikhwan merupakan Direktur PT WBS.

Pemeriksaan terhadap benih jagung itu hanya visual tanpa pengujian spesifikasi teknis. Benih jagung tersebut ternyata ada yang tidak memiliki sertifikat. Berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan NTB, proyek yang dikerjakan Ikhwan ini merugikan keuangan negara sebesar Rp11,92 miliar. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional