Kasus Baru Kembali Bertambah 10 Orang, Positif Covid-19 di NTB Jadi 474 Orang

Sebaran kasus Covid-19 di NTB hingga Sabtu, 23 Mei 2020. (Sumber : Pemprov NTB)

Mataram (Suara NTB) – Kasus baru positif Covid-19 di NTB kembali bertambah 10 orang pada Sabtu, 23 Mei 2020. Sehingga jumlah kasus positif Covid-19 di daerah ini menjadi 474 orang. Sementara untuk pasien yang sembuh tidak ada penambahan sehingga jumlahnya tetap seperti sehari sebelumnya yaitu sebanyak 258 orang.

“Dengan adanya tambahan 10 kasus baru terkonfirmasi positif, tidak ada tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 474 orang,” sebut Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si di Mataram, Sabtu malam, 23 Mei 2020.

Iklan

Gita merincikan 474 kasus positif Covid-19 yang ada di NTB. Dimana, sebanyak 258 pasien sudah sembuh, 8 meninggal dunia, serta 208 orang masih positif dan dalam keadaan baik.
Dikatakan, pada Sabtu, 23 Mei 2020, telah diperiksa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark sebanyak 73 sampel swab. Dengan hasil 57 sampel negatif, 6 sampel positif ulangan, dan 10 sampel kasus baru positif Covid-19.

Ke-10 kasus baru positif tersebut, antara lain pasien nomor 465, inisial Ny. H, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Pasien nomor 466, inisial Ny. NJ, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

  Ali BD : Untung Orang Lombok Punya Tuan Guru

Pasien nomor 467, inisial Tn. I, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 468, inisial Ny. LZ, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 469, inisial Ny. FA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 470, inisial Ny. BNS, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 471, inisial Tn. IMM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Pasien nomor 472, inisial Ny. NNK, perempuan, usia 71 tahun, penduduk Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

  Masih Tinggal di Tenda Pengungsian, Korban Gempa di Lotim Menjerit

Pasien nomor 473, inisial An. AM, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Pasien nomor 474, inisial Tn. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 55. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik.
“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Gita.

Sekda NTB ini mengatakan hingga saat ini, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.000 orang dengan perincian 359 orang (36%) PDP masih dalam pengawasan, 641 orang (64%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.468 orang, terdiri dari 231 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.237 orang (96%) selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 5.242 orang, terdiri dari 1.792 orang (34%) masih dalam pemantauan dan 3.450 orang (66%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 58.898 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 3.912 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 5.4986 orang (93%).

Pemprov NTB mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah kepada seluruh masyarakat NTB, yang bertepatan dengan Hari Minggu, 24 Mei 2020. Lebaran tahun ini, semua menahan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga, saudara dan sahabat serta seluruh kerabat.

  BWS dan Pemkab Lobar Tegaskan Proyek Bendungan Meninting Tidak Batal

“Ini adalah sikap terbaik dari kita semua untuk menghindari penyebaran Covid-19, senantiasa dapat terus sehat serta dapat melihat senyuman dari orang-orang terdekat dan orang yang kita kasihi walaupun dari jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi,” tandasnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here