Kasus Asusila Meningkat di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Tahun 2016 ini, tindak kejahatan asusila diperkirakan akan mengalami peningkatan dibanding tahun 2015 lalu. Total kasus tahun sebelumnya mencapai 40 kasus, tahun ini per Januari – Oktober sudah 34 kasus. Sementara kasus yang masih ditangani November ini belum masuk rekapan.

Dari sekian kasus yang ditangani, paling mencolok terjadi yakni pencabulan anak, pemerkosaan dan penganiayaan. Rinciannya, tahun 2016 cabul anak terjadi 22 kasus, cabul biasa enam kasus, zina satu kasus, pemerkosaan tiga kasus, dibawa lari dua kasus, dan penganiayaan 42 kasus dengan tunggakan kasus tahun sebelumnya.

Iklan

“Kemungkinan meningkat karena kasus bulan November ini belum kita rekap,” kata Wakpolres Dompu, Kompol Etek Riawan, SE kepada Suara NTB saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 24 November 2016.

Ia mengatakan, meningkatnya kasus asusila tiap tahunnya disinyalir luputnya perhatian instansi terkait, baik mengupayakan kerjasama untuk sosialisasi serta upaya pencegahan lainnya. Masyarakat, kata Etek Riawan, cenderung fokus pada beberapa persoalan saja, seperti yang sering dijumpai yakni sosialiasi tentang narkoba, minuman keras termasuk tata tertib lalu lintas.

Sementara kegiatan yang menyangkut pencegahan terhadap kasus asusila, sampai saat ini tak pernah diterima pihaknya. “Kalau permintaan untuk ceramah tentang kasus asusila tak ada instansi manapun yang datang meminta. Teman-teman mahasiswa juga jarang meminta kami untuk melakukan penyuluhan kasus seperti ini, kebanyakan kasus narkoba saja,” jelasnya.

Diakui, pencegahan kasus ini memang menjadi bagian dari kewajiban pihaknya. Namun itu telah terwakili dari Bhabinkhamtibmas di masing-masing lingkungan. Terkait titik rawan terjadinya kejahatan asusila, ia menyebutkan paling banyak ditemukan terjadi di wilayah perkotaan. Diduga pemicu kuat tingginya kasus ini terutama teknologi informasi yang semakin canggih, serta mudahnya membuka situs porno di beberapa warnet. “Untuk kasus penganiayaan memang karena minuman keras, tapi untuk kasus pencabulan, pemerkosaan itu karena pengaruh teknologi,” ujarnya.

  FPR Kecam Penangkapan Aktivis Buruh PT. SMS

Kedepan tambah dia, langkah yang akan diambil guna menekan kasus tindak asusila terutama penertiban sejumlah warnet yang tidak mengontrol situs porno. Kemudian harapnya, instansi terkait dan masyarakat umum diminta tetap berkoordinasi dengan jajaran kepolisian guna mencegah terulangnya penyakit sosial tersebut. “Kita minta tetap ada koordinasi dengan kita, kemudian lebih di intensifkan lagi kegiatan pencegahan kasus asusila,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here