Kasus APE TK/PAUD Kota Bima 2018, Selangkah Lagi Tetapkan Tersangka

Suroto. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kasus Alat Peraga Edukatif (APE) TK/PAUD Kota Bima tahun 2018 selangkah lagi ke tahap penetapan tersangka. Jaksa penyidik sedang proses finalisasi penghitungan kerugian negara dengan auditor BPKP Perwakilan NTB. Sebelumnya sempat terhambat pembatasan sosial pandemi Covid-19.

“Minggu lalu kami ekspose langsung ke kantor BPKP. Itu terkait permintaan PKKN (penghitungan kerugian keuangan negara),” ungkap Kepala Kejari Bima Suroto, dihubungi Minggu, 11 Oktober 2020. Dia menjelaskan, proses penghitungan negara tinggal penyelesaian. Dari hasil ekspose tersebut sudah muncul angka kerugian negara. “Belum bisa kita sampaikan detailnya,” terangnya.

Iklan

Pemeriksaan saksi dan penyitaan barang bukti, sambung Suroto, sudah selesai. Hasil audit kerugian negara menjadi bekal menentukan pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban pidana korupsinya. “Saksi sudah selesai. Kita nunggu BPKP. Nanti kalau sudah selesai kita tetapkan tersangka,” tegasnya. Bantuan APE TK/PAUD digelontorkan menggunakan anggaran DAK melalui APBD Kota Bima tahun 2018.

Total anggarannya Rp3,7 miliar untuk 94 TK/PAUD negeri dan swasta. TK/PAUD negeri mendapat bantuan Rp1,9 miliar. TK/PAUD swasta mendapat Rp1,8 miliar. TK/PAUD mendapatkan barang yang disediakan produsen. Itemnya antara lain alat peraga hitung dan baca tulis. Alat peraga itu sudah disalurkan ke TK/PAUD penerima. Namun, diduga tidak dapat dimanfaatkan karena tidak sesuai kebutuhan. (why)