Kasus Anggaran Covid-19, Tahun 2020 Kadikes Kota Bima akan Dimintai Keterangan

Dedi Irawan. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejati NTB merampungkan pengumpulan data terkait penggunaan anggaran Covid-19 tahun 2020 pada Dikes Kota Bima. Tim sudah disiapkan untuk menindaklanjutinya dengan mengumpulkan bahan keterangan. Tim ini akan turun ke Kota Bima langsung.

“Semua dokumen yang dibutuhkan untuk pengumpulan data sudah ada,” terang Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan dikonfirmasi Jumat, 10 September 2021. Data ini terkait dengan anggaran Covid-19 tahun 2020.

Iklan

Dikes Kota Bima mengelola anggaran sebesar Rp8,4 miliar untuk penanganan Covid-19 pada tahun 2020 lalu. Untuk mengklarifikasi penggunaan anggaran ini, Kejati NTB akan meminta keterangan Kadikes Kota Bima Azhari selaku kuasa pengguna anggaran (KPA).

“Tentu yang berkaitan dengan penganggaran ini kit minta keterangan dalam rangka Pulbaket. Nanti tim yang turun ke sana,” tegasnya. Demikian juga permintaan keterangan kepada anggota Satgas Covid-19 Kota Bima.

Kasus ini merupakan tindaklanjut laporan masyarakat yang mengadukan dugaan penyimpangan. Antara lain dugaan mark-up anggaran pembelian belanja pada katalog elektronik, serta dugaan pemotongan insentif tenaga kesehatan. Pelapor menduga potensi kerugian negaranya mencapai Rp2,5 miliar.

Pemkot Bima mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 pada tahun 2020 sebesar Rp28 miliar. Dinas Kesehatan Kota Bima mendapat alokasi Rp8,4 miliar. Mekanisme penggunaannya melalui tender dan katalog elektronik.

Anggaran tersebut digunakan untuk operasional transportasi antar jemput pasien Covid-19, pembuatan peti jenazah, pemulasaran jenazah, belanja obat dan perbekalan, disinfeksi area publik, insentif tim surveilans contact tracing, serta insentif tenaga kesehatan.

Tenaga kesehatan ini mendapat insentif per orang sebesar Rp4,6 juta dari setiap kasus konfirmasi positif Covid-19 yang ditangani. Pembayarannya, terdapat pengalihan sumber anggaran yang awalnya dari APBN menjadi Dana Alokasi Umum (DAU) pada APBD sehingga tertunggak sejak November 2020. Kemudian dilunasi pembayarannya pada Juli lalu. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional