Kasus Akun Facebook Palsu, Wakil Ketua DPRD NTB Lapor ke Polda

Mataram (suarantb.com) – Wakil Ketua DPRD NTB sekaligus Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi, SE, MM mendatangi Mapolda NTB, Rabu, 2 November 2016. Kedatangan Abdul Hadi untuk melaporkan kasus penipuan melalui akun  Facebook mengatasnamakan dirinya.

Abdul Hadi dengan didampingi beberapa anggota Fraksi PKS, memasuki ruang Cyber Crime Polda NTB. Ia melaporkan kasus yang menimpanya pekan lalu. Seorang tak dikenal membuat akun mengatasnamakan dirinya sekaligus menggunakan foto miliknya. Pelaku kemudian meminta sejumlah uang pada rekan Abdul Hadi asli, dengan alasan untuk biaya operasi keluarga.

Iklan

“Saya datang ke sini untuk melaporkan kasus penipuan melalui akun (facebook) mengatasnamakan diri saya. Hanya saja saya disuruh membuat laporan tertulis secara langsung,” ujar Abdul Hadi saat ditemui di Mapolda NTB,Rabu, 2 Oktober 2016.

Pelaku penipuan nampaknya tahu betul waktu yang tepat untuk menipu rekan-rekan Abdul Hadi. Pasalnya, penipuan dilakukan saat Abdul Hadi berada di Dubai, Uni Emirat Arab, untuk melakukan kunjungan kerja. Melihat motif pelaku yang rapi, Abdul Hadi mengatakan, maksud pelaku hanya untuk keuntungan materi. Belum ada indikasi politik.

“Saya lihat ini (pelaku) hanya mencari keuntungan materi. Kalau kemungkinan motif politik belum diketahui,” ungkapnya.

Abdul Hadi juga menuturkan telah melakukan siaran langsung melalui facebooknya saat berada di Dubai. Ia mengimbau pelakunya untuk segera insyaf dan tidak mengulangi hal serupa.

“Tapi setelah kita melakukan siaran langsung, yang bersangkutan tidak bertobat. Masih tetap melakukan penipuan. Makanya saya laporkan,” jelasnya.

Tercatat, dua orang menjadi korban penipuan mengatasnamakan Abdul Hadi, yaitu Ketua Fraksi Golkar dan Kader PKS. “Rata-rata ditipu Rp 4,5 juta. Ini (korban) yang baru klarifikasi ke saya,” pungkasnya.

“Banyak yang dirugikan. Secara pribadi saya dirugikan. Nama baik saya sebagai Wakil Pimpinan DPR yang diatasnamakan di akun palsu itu, dan sebagai Ketua PKS NTB juga didipalsukan. Pada masyarakat, dan juga pada teman saya,” sambungnya.

Sementara Kasubdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB yang hendak dihubungi terkait pengaduan tersebut, belum berada di tempat. Hingga kini suarantb.com masih berupa mengkonfirmasi yang bersangkutan. (szr)