Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Bima, Pasien Umum Dialihkan ke Dompu dan Sumbawa

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov mencatat kasus aktif atau pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan di NTB sebanyak 560 orang. Kasus aktif tertinggi berada di Kabupaten Bima dan Kota Bima, masing-masing 165 orang dan 158 orang.

Dengan masih banyaknya kasus aktif di Kabupaten Bima dan Kota Bima menyebabkan rumah sakit di dua daerah tersebut penuh. Sehingga, Rumah Sakit  yang ada di Kabupaten Bima dan Kota Bima dikhususkan untuk menangani pasien Covid-19. Sedangkan pasien non Covid-19 atau pasien umum dialihkan ke RSUD Dompu dan Sumbawa.

“Dengan keadaan seperti sekarang agak terbatas (tempat perawatan). Sehingga yang berpindah bukan pasien Covid-19. Pasien Covid tetap di Bima. Yang berpindah pasien non Covid-19 dikirim ke Dompu dan Sumbawa,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A dikonfirmasi Kamis (26/11) kemarin.

Eka menjelaskan, untuk mengatasi keterbatasan tempat tidur atau perawatan pasien Covid-19, sudah ada Rumah Sakit Darurat Sondosia. Eka mengatakan lonjakan kasus ositif yang terjadi di Kabupaten Bima dan Kota Bima saat ini sama seperti yang terjadi di Pulau Lombok, Juli lalu.

Di mana, Rumah Sakit Rujukan dan Rumah Sakit Darurat sempat penuh khususnya di Kota Mataram dan Lombok Barat. Sehingga pada waktu itu, pihaknya sudah menyiapkan dua hotel sebagai tempat perawatan pasien Covid-19.

Untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di dua daerah tersebut, Eka menekankan masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Dengan patuh terhadap protokol kesehatan, maka kasus akan melandai seperti yang terjadi di Pulau Lombok saat ini.

“Kita lihat dari jumlah sampel diperiksa dengan jumlah yang positif memang sudah menurun di Pulau Lombok. Misalnya kemarin,  diperiksa lebih dari 100 sampel, positif cuma enam. Kalau dulu, 100 lebih sampel yang diperiksa, yang positif di atas 20 orang. Memang di Lombok sudah melandai. Karena di Lombok sudah mulai patuh terhadap protokol kesehatan,” ucapnya.

Ia mengatakan orang sudah mulai saling tegur jika ada yang tidak memakai masker. “Tidak hanya petugas yang ngomong. Masyarakat awam pun sudah saling mengingatkan,” katanya.

Ditanya penyebab melonjaknya pasien positif Covid di Kabupaten Bima dan Kota Bima, Eka mengatakan para pelaku perjalanan tanpa gejala perlu diwaspadai. “Orang yang datang ke sana, tapi di tempat itu dia positif. Kenapa bisa menular. Karena yang lain tak menjalankan protokol kesehatan,” terangnya. (nas)