Kasus ABBM Poltekkes Mataram, Penyidik Ajukan Audit Investigasi

I Gusti Putu Gede Ekawana. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Bantu Belajar Mengajar (ABBM) pada Poltekkes Mataram tahun 2016 bakal membutuhkan waktu lebih panjang. Pasalnya, temuan proyek senilai Rp16 miliar tersebut perlu dirinci lagi. Indikasi kerugian negaranya harus dikuatkan dengan audit khusus.

“Harus audit ke BPKP lagi,” ungkap Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, dikonfirmasi akhir pekan lalu. Alasannya, temuan Itjen Kemenkes RI memuat laporan pemeriksaan pada proyek lain. Antara lain Poltekkes Tasikmalaya dan Poltekkes Banda Aceh. Untuk pengusutan Poltekkes Mataram, maka perlu dikuatkan lagi dengan audit tersendiri. Sesuai dengan anggaran masing-masing.

Audit Itjen Kemenkes RI itu pada intinya menyebutkan temuan sebesar Rp4 miliar dari total nilai proyek sebesar Rp16 miliar.  “Iya kita sudah ajukan (audit ke BPKP). Itu auditnya khusus, audit investigasi,” jelas Eka. Temuan itu muncul dari sejumlah item pengadaan barang. Diantaranya alat bantu manekin. Dia masih enggan merinci lebih jauh lagi. “Indikasinya barang itu tidak bisa digunakan. Mangkrak,” imbuhnya.

Pengadaan ABBM Poltekkes Mataram pengadaannya dibiayai APBN 2016. Pagu anggarannya sebesar Rp16 miliar. proyek itu ditender untuk membeli peralatan praktik. Sebanyak tujuh penyedia item alat dan 11 distributor sudah dimintai keterangan di tahap penyelidikan. (why)