Kasus ABBM Poltekkes Mataram 2016 Polda NTB Temukan Indikasi Perbuatan Korupsi

I Gusti Putu Gede Ekawana (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menemukan indikasi korupsi dalam proyek pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2017. Perbuatan korupsi ini diduga menimbulkan kerugian negara. Penyidik tinggal menunggu hasil auditnya.

“Perbuatan melawan hukumnya sudah kita temukan,” ucap Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana ditemui Senin, 13 September 2021 kemarin.

Iklan

Perbuatan itu berkaitan dengan indikasi unsur korupsi. Indikasi korupsi ini berdasarkan hasil penyelidikan dengan mengklarifikasi saksi-saksi. Antara lain pejabat pembuat komitmen, Direktur Poltekkes Mataram, dan rekanan. “Saksi sudah semua kita ambil keterangannya,” ucapnya.

Meski demikian, unsur perbuatan melawan hukum ini masih perlu diperkuat lagi dengan unsur kerugian negaranya. Penyidik Subdit III Tipikor sudah mengajukan permohonan audit investigasi kepada BPKP Perwakilan NTB. “Kalau sudah keluar auditnya, bisa kita naikkan kasusnya,” tegas Eka. Proyek ini sebelumnya menjadi temuan BPK yang ditindaklanjuti Itjen Kemenkes RI. Nilai temuan sebesar Rp4 miliar keseluruhan dengan Poltekkes Banda Aceh dan Poltekkes Tasikmalaya. Temuan ini dari nilai alat belajar mengajar yang mangkrak karena tidak dapat dioperasikan.

Nilai total temuan kerugian negara ini dirincikan lagi melalui audit di BPKP. “Karena memang yang dari Itjen itu temuannya masih umum,” imbuh Eka. Pengadaan ABBM Poltekkes Mataram dianggarkan melalui APBN tahun 2016. Pagu anggarannya sebesar Rp16 miliar. Sebanyak tujuh penyedia item alat dan 11 distributor sudah dimintai keterangan. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional