Kasus ‘’Marching Band’’, Kadis Dikbud NTB Diperiksa Polisi

Kabid Humas Polda NTB, I Komang Suartana (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB)  – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB Drs.H.M. Suruji diperiksa penyidik Polda NTB, Kamis, 20 Desember 2018 kemarin. Ia dimintai keterangan  sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek marching band pada SMA se NTB.

Informasi diperoleh, Suruji memenuhi panggilan Polda NTB pagi kemarin di Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB. Sebelum siang, pemeriksaan berakhir.

Iklan

Kabid Humas Polda NTB, AKBP I Komang Suartana, SH.,SIK membenarkan pemeriksaan Kadis Dikbud tersebut.  Berdasarkan informasi diperolehnya dari Subdit III Tipikor. ‘’Benar, pagi tadi ada pemeriksaan Kadis Dikbud NTB. Pemeriksaan berkaitan dengan kasus pengadaan marching band,’’ jelas Kabid Humas menjawab Suara NTB, Kamis sore.

Diakuinya, pemeriksaan relatif singkat karena  keterangan Suruji diperlukan untuk melengkapi berkas yang dikembalikan oleh jaksa. Dari petunjuk jaksa tersebut, Kadis Dikbud harus dimintai keterangan untuk materi penyidikan yang dianggap belum lengkap. ‘’Jadi karena berkasnya dikembalikan oleh jaksa, sehingga ada keterangan tambahan yang harus diperoleh dari saksi (Kadis Dikbud),’’ jelasnya.

Dia menambahkan, berkas kasus pengadaan marching band senilai Rp 4,5 miliar itu sebelumnya dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTB. Namun setelah melalui penelitian berkas, masih ada kekurangan materiil sehingga harus dilengkapi penyidik. ‘’Materi pemeriksaan itu ada dalam petunjuk P19,’’ jelasnya.

Sementara penyidik menetapkan MI, Kasi Kelembagaan dan Sarpras Bidang Pembinaan SMA Dikbud Provinsi NTB sebagai tersangka. Tersangka kedua adalah LB, Direktur CV EE, rekanan pemenang tender. Para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dinas Dikbud Provinsi NTB sebelumnya menggelontorkan dana sebesar Rp4,5 miliar untuk proyek pengadaan peralatan kesenian marching band SMA/SMK. Penyidik menelisik dugaan penyimpangan ketidaksesuaian spesifikasi barang dan distribusi penyalurannya.

Proyek tahun 2016/2017 berupa pengadaan alat musik sesuai spesifikasi, penyiapan gudang untuk penyimpanan dan pemeriksaan barang, serta mendistribusikan barang ke sekolah yang ditunjuk sesuai SK Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB. (ars)