Kartu Prakerja, Salah Satu Penyelamat di Tengah Pandemi

Menko Bidang Perekonomian  RI, Airlangga Hartarto didampingi Gubernur NTB, H.Zulkieflimasyah dan Direktur Eksekutif MPO Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari bersama 21 orang perwakilan penerima penerima Kartu Prakerja dari kabupaten/kota se-NTB, foto bersama usai menggelar dialog Kamis, 14 Oktober 2021. (Suara NTB/ist)

PROGRAM Kartu Prakerja menjadi salah satu program semi bansos dari Pemerintah untuk membantu dan menyelamatkan ekonomi  masyarakat di tengah pandemi Covid-19.  Kartu Prakerja sekaligus memiliki banyak manfaat  bagi penyiapan skill tenaga kerja yang inline dengan trend industri.

Melalui program ini, pemerintah selain memberikan stimulus berupa biaya pelatihan bagi penerima manfaat yang ingin meningkatkan skillnya untuk bisa memasuki dunia kerja atau membangun wira usaha ekonomi produktif. Juga memberikan insentif dan menyediakan akses modal berupa KUR Prakerja.

Iklan

Sejak April tahun 2020 ketika program Kartu Prakerja pertama kali dimulai, NTB mencatatkan total pendaftar batch 1-21 sebanyak 725.311 orang. Dari total itu, sebanyak 719.613 orang dinyatakan lulus verifikasi. Namun yang telah menerima  manfaat secara efektif sebanyak 233.230 orang.

Dari total penerima maanfaat tersebut,  tidak sedikit diantaranya yang mengaku telah berhasil membangun usaha produktif kecil-kecilan, sehingga tidak menganggur di tengah kondisi sulit akibat pandemic Covid-19. Bahkan kesempatan kerja baru telah menanti mereka, semuanya berkah dari pelatihan skill yang mereka ikuti.

Testimoni penerima manfaat program Kartu Prakerja tersebut terungkap saat dialog Menteri Koordinator Bidang Perekonomian  RI, Airlangga Hartarto didampingi Gubernur NTB, Dr.Zulkieflimasyah dan Direktur Eksekutif MPO Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari bersama 21 orang perwakilan penerima penerima Kartu Prakerja dari kabupaten/kota se-NTB, Kamis, 14 Oktober 2021.

Adalah Ahmad Nasip seorang penerima manfaat kartu prakerja gelombang ke-9 asal Lombok Tengah. Ia sebelumnya adalah PMI di Malaysia  sebagai pekerja di lading sawit. Sejak mendapat fasilitas Program Kartu Prakerja, ia kemudian ikut pelatihan cara berbisnis online dan cara memahami konten marketing untuk bisnis.

Berkat pelatihan itu, kini ia bersama istrinya telah berhasil membangun usaha kecil-kecilan yaitu berjualan nasi campur khas Sasak. Selain itu Nasip juga punya bisnis online. Penghasilan bersih dari usahanya itu, berkisar antara Rp2,8 juta hingga Rp3 juta.

Untuk meningkatkan omzet usahanya Ahmad Nasip kini memanfaatkan fasilitas  KUR prakerja untuk menambah modal kerja sebesar Rp10 juta melalui Bank BNI.

Cerita berbeda dari  Mahmudah asal Kota Mataram. Sejak tahun 2017 ia merintis usaha sektor UMKM berjualan berbagai jenis keripik. Namun sejak gempa bumi melanda NTB pada akhir 2018, membuat bisnisnya terganggu. Setahun beristirahat, ia mencoba bangkit kembali membangun usahanya di akhir tahun 2019. Namun di tahun 2020 pandemi Covid-19 datang. Iapun beralih ke pemasaran digital.

Mahmudah menceritakan bahwa ia ikut program Kartu Prakerja pada gelombang 9. Ia mengikuti pelatihan mengenai bisnis rumahan/UMKM untuk meningkatkan pemahaman tentang pemasaran dan menajemen usaha serta pelatihan public speaking.

Berkat berkah pelatihan itu, kini penghasilannya telah mencapai Rp30 juta perbulan, dan ia juga menjadi mentor untuk UMKM lainnya.

Melihat begitu banyak manfaat dan berkah dari Program Kartu Prakerja bagi para pekerja dan pelaku usaha di NTB, Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah usai dialog dengan para alumni Kartu Prakerja langsung memanggil Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH yang hadir mendampingi Gubernur pada acara tersebut.

‘’Pak Gde, kawal program ini. Lakukan sosialisasi, edukasi dan pendampingan kepada para peserta, karena banyak manfaatnya,’’ ujar Gubernur menugasi Kadisnaker bersama Direktur Eksekutif MPO Kartu Prakerja, Danni Puspa Purbasari.

Gubernur pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia yang telah memfasilitasi Kartu Prakerja untuk masyarakat NTB.

Berdasarkan data dari Manajemen Pengelola Kartu Prakerja bahwa NTB menjadi provinsi penerima terbanyak ke-2 di Kawasan Timur Indonesia, dan provinsi ke 17 secara nasional.

Sementara, Kabupaten Lombok Tengah menerima 71. 553 menjadikan  kabupaten/kota dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak ke-1 di Provinsi NTB. Untuk kategori pelatihan yang diminati di NTB yaitu penjualan dan pelatihan, makanan dan minuman, gaya hidup, teknologi informasi dan manajemen.

Data penerima Kartu Prakerja untuk tahun 2021 sebanyak 126.100 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2020 sejumlah 107.130. Adapun karakteristik penerima dengan kategori menganggur saat mendaftar 93%, belum pernah mengikuti pelatihan 87% penyandang disabilitas 1,5% dan Purna PMI 11,1%.

Pada Batct 12-21 Tahun 2021 persebaran penerima Kartu Prakerja yang ada yaitu Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 38.819 penerima efektif, Kabupaten Lombok Timur 32.368, Kabupaten Lombok Barat 19.363, Kota Mataram 12.448, Kabupaten Lombok Utara 8.454, Kabupaten Bima 5.060, Kabupaten Sumbawa 4.650, Dompu 2.564, Kota Bima 1.458 dan Kabupaten Sumbawa Barat 916. (rak)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional