Kartu Petani, Antisipasi Penyalahgunaan Subsisdi

Mataram (suarantb.com) – Pemberian subsidi pertanian di Kota Mataram diberikan dalam bentuk Kartu Petani ke masing-masing petani secara personal. Dengan menggunakan Kartu Petani, penyalahgunaan subsidi pertanian diharapkan dapat diantisipasi. Pengambilan subsidi hanya boleh dilakukan pemilik Kartu Petani tanpa diwakilkan. Program Kartu Petani ini merupakan program baru dari Kementerian Keuangan RI, supaya pemberian subsidi pertanian lebih efektif.

Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (Dinas PKP) Kota Mataram, H. Mutawalli memaparkan, bentuk Kartu Petani mirip ATM dengan pin khusus yang hanya akan dimiliki pemilik kartu. Penggunaannya adalah untuk pengambilan subsidi pertanian dari pemerintah berupa pupuk, bibit tanaman, dan sebagainya. Dalam Kartu Petani tersebut telah dicantumkan besar subsidi yang diperoleh masing-masing petani yang memiliki Kartu Petani.

Iklan

“Kalau pola dulu bisa disalahgunakan, orang lain yang ambil subsidi itu. Kalau sekarang tidak bisa orang lain, harus dia, karena sudah ada pinnya,” terangnya, Senin, 31 Oktober 2016.

Mutawalli mengatakan, jumlah subsidi yang diberikan ke masing-masing petani telah tercantum langsung pada Kartu Petani tersebut. Subsidi pertanian yang didapat hanya diperuntukkan bagi kebutuhan pertanian dan tidak bisa diuangkan.

“Kalau subsidi pupuk, ya hanya bisa digunakan untuk pupuk saja sebesar persentase yang telah ditetapkan. Petani hanya membayar sisanya,” ungkapnya.

Sebagai uji coba pemanfaatan Kartu Petani, di Kota Mataram telah diberikan sebanyak 126 kartu ke masing-masing petani. Dinas PKP Kota Mataram menyediakan data petani untuk kelancaran program ini. Sebanyak 126 petani yang menerima Kartu Petani tersebut rata-rata adalah petani dengan luas lahan sekitar satu hingga dua hektar.

Pengambilan subsidi pertanian hanya dapat dilakukan di para pengecer yang sudah terdaftar dan memiliki alat yang disediakan\ Dinas PKP Kota Mataram. Sementara ini, di tahap uji coba, Dinas PKP baru menyediakan sebanyak tiga pengecer yang memiliki alat pengambilan subsidi. Selain itu, Dinas PKP Kota Mataram juga rutin melakukan sosialisasi kepada petani-petani yang ada di Kota Mataram, mengingat kondisi beberapa petani yang masih belum melek teknologi. (rdi)