Kartu Pariri Siap Diluncurkan Januari

Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan memaksimalkan seluruh program pemberdayaan di tahun 2017. Salah satu program yang akan siap diluncurkan di awal tahun depan adalah program Kartu Pariri.

Kartu Pariri yang diperuntukkan bagi warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas (cacat) itu telah direncanakan diluncurkan pada bulan Januari. Pada tahap awal, pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan memulai mendistribusikan kartu yang akan dijadikan alat untuk memperoleh anggaran santunan yang disiapkan pemerintah kepada warga penerima.

Iklan

“Kartunya sudah kita cetak. Dan masuk bulan Januari kita akan langsung mendistribusikannya kepada penerima program,” kata Kabid Sosial Disosnakertrans KSB, Manurung, S.Pd kepada media ini, Selasa, 6 Desember 2016.

Untuk memuluskan kegiatan program ini, di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 Pemda KSB telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Disebutkan Manurung, anggaran sebesar itu belum dapat mengakomodir pelaksanaan program selama setahun penuh. Karenanya untuk tambahan anggarannya akan kembali diajukan pihaknya di APBD Perubahan mendatang.

“Kalau hitungan kita. Total anggaran yang dibutuhkan pada prorgam ini sekitar Rp 16.862.400.000,” terangnya.
Sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, bagi warga pemegang Kartu Pariri ini setiap bulannya akan mendapatkan santunan dana sebesar Rp 300 ribu/bulan. Dan untuk penyalurannya pemerintah telah mempercayakannya proses sepenuhnya kepada PT Pos Indonesia.

“Waktu Harlah ke-13 Pemda sudah MoU dengan PT Pos. Jadi program ini sudah benar-benar kita matangkan untuk dapat start (mulai) pada bulan Januari 2017 nanti,” klaimnya.

Ditanya soal mekanisme pencairan anggarannya. Manurung mengatakan, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada PT Pos Indonesia. Durasi pencariannya dapat dilakukan setiap bulan atau per tiga bulan oleh PT Pos dan pemerintah sudah dapat menyiapkan anggarannya.

  Pelaku Wisata KLU Ajak Wisatawan ‘’Menggibung’’

“Kalau nanti (PT) Pos maunya per 3 bulan sekali ya kita pakai yang itu. Sebulan sekali juga tidak apa-apa yang jelas anggarannya sudah kita siapkan sebesar Rp 10 miliar di tahap awal ini,” paparnya.

Untuk diketahui program Kartu Pariri ini merupakan salah satu dari kegiatan Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). Program ini bertujuan selain memberikan santunan juga membuka kesempatan bagi lansia dan warga penyandang disabilitas untuk membuat karya produktif dalam kesehariannya. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here