Karena Status Facebook, Oknum Satpol PP Kota Mataram Jadi Tersangka

Mataram (suarantb.com) – Oknum Satpol PP Kota Mataram berinisial MH (30) ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda NTB. Penahanan MH lantaran diduga mengunggah status bernada provokasi melalui status facebooknya.

Kasubdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie, SIK mengatakan, MH diduga mengunggah status bernada provokasi pada saat terjadi bentrokan antara Satpol PP Makassar dengan Sabhara Polrestabes Makassar pada 7 Agustus lalu. Dari Mataram, tersangka ikut-ikutan mengunggah status yang disebarkan ke sejumlah akun.

Iklan

“Kalimat mengandung unsur provokasi. Ditujukan ke salah satu institusi Polri. Khususnya Brimob,” ungkap Darsono di ruang kerjanya, Kamis 8 September 2016.

“Yang bersangkutan mengirimkan (status) ke berbagai institusi. Anggota (Polri) yang dapat postingan itu lalu melaporkan,” sambungnya. Pihak Ditreskrimsus Polda NTB akhirnya langsung melakukan penyelidikan dan memblokir akses akun guna mencegah agar konflik di Makassar tidak menyebar ke Mataram.

Sejumlah saksi ahli dimintai keterangan, meliputi ahli hukum pidana, ahli bahasa dari FKIP Unram, dan ahli ITE dari Dishubkominfo Provinsi NTB. Pemeriksaan saksi ahli guna mencari titik terang atas alat bukti berupa dokumen elektronik yang telah dikantongi penyidik.

“Ahli bahasa memang menyatakan ada unsur SARA dan provokasi di sana. Cukup bukti, kita naikkan penyidikan, dan yang bersangkutan jadi tersangka,” papar Darsono.

Darsono menyebutkan, tersangka melanggar ketentuan seperti diatur dalam pasal 28 ayat 2 undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

“Dalam beberapa hari ke depan, penyidik segera menuntaskan pemberkasan untuk pelimpahan tahap satu ke jaksa peneliti Kejati NTB,” pungkasnya. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here