Karcis Masuk Mahal, Fasilitas di Pantai Pink akan Ditingkatkan

Selong (Suara NTB) – Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Timur mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait pengkajian ulang tiket masuk Pantai Pink, Jerowaru yang terkesan mahal dan memberatkan para pengunjung.

Akan tetapi fasilitas di kawasan Pantai Pink akan ditingkatkan untuk memanjakan para pengunjung agar sebanding dengan biaya masuk yang dikeluarkan. Demikian disampaikan, Kepala KPHL Rinjani Timur, Lalu Saladin, Kamis, 12 Oktober 2017.

Iklan

Dikatakannya, terkait rencana peningkatan fasilitas di kawasan Pantai Pink, beberapa waktu lalu sudah dilakukan survei.

Sejumlah fasilitas yang rencananya akan dibangun di kawasan Pantai Pink seperti pembangunan dermaga atau tambatan perahu bagi para wisatawan di tahun 2017 ini serta sejumlah fasilitas lainnya di tahun-tahun mendatang.

“Kita akan tingkatkan fasilitas di kawasan Pantai Pink, seiring belum diubahnya peraturan yang berlaku saat ini,”ujarnya.

Dalam evaluasi terhadap Perda tersebut serta akan ada pertemuan lanjutan antara pelaku pariwisata, Bapenda, Dinas Pariwisata serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Pihak KPHL Rinjani Timur selaku pihak yang memiliki kewenangan mengelola Pantai Pink untuk saat ini akan tetap memberlakukan nominal tiket masuk sebagaimana aturan yang ada, yakni sebesar Rp 50.000 untuk wisatawan mancanegara dan Rp 10.000 bagi wisatawan lokal.

“Untuk saat ini kita tetap memberlakukan tarif masuk pantai Pink sebesar Rp 50 ribu untuk wisatawan mancanegara dan Rp 10 ribu bagi wisatawan lokal,” jelasnya.

Apabila dalam evaluasi keputusan pembelakuan tarif itu berubah, KPH Rinjani Timur siap memberlakukan sebagaimana keputusan atau aturan terbaru.

“Intinya pemberlakukan tarif masuk ke Pantai Pink tetap akan kita laksanakan sesuai besaran atau aturan yang sudah ditetapkan. Apabila aturannya berubah, tentu akan kita ikuti perubahan itu,” tegasnya. (yon)