Karantina Diperpanjang Tujuh Hari

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

PEMPROV NTB meningkatkan kewaspadaan menyusul merebaknya Covid-19 varian Omicron yang sudah ditemukan di 13 negara di dunia. Skenario yang disiapkan sama seperti saat merebaknya Covid-19 varian delta beberapa bulan lalu.

“Untuk kapasitas tempat tidur dan SDM kita siapkan skenario mengacu pada saat menghadapi varian Delta. Termasuk sistem oksigen,” kata Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., dikonfirmasi usai rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Penanganan Covid-19 di NTB, Rabu, 1 Desember 2021.

Iklan

Untuk mencegah masuknya varian Omicron ke Indonesia, kata Eka, Pemerintah Pusat telah membatasi pintu masuk internasional. Hanya beberapa bandara saja yang dibuka untuk penerbangan internasional seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Selain itu, kata Eka, Satgas Covid-19 juga memperpanjang masa karantina bagi WNA/WNI yang datang dari luar negeri. Semula, masa karantina selama tiga hari diperpanjang menjadi tujuh hari.

“Itu bentuk kewaspadaan kita terhadap varian Omicron. Dan ini juga kita lakukan di NTB. Dan kita berupaya jangan sampai dia masuk,” kata Eka.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini menjelaskan berkaca dari awal mula Covid-19 dari Wuhan dan varian Delta dari India. Rata-rata virus tersebut masuk ke Indonesia 2- 3 bulan. Seperti Covid-19 dari Wuhan yang merebak bulan Desember 2019. Virus tersebut masuk ke NTB pada bulan Maret 2020. Begitu juga varian Delta di India merebak bulan April 2020, masuk ke NTB pada bulan Juni 2020.

“Artinya varian Omicron ini tidak bisa dianggap remeh meskipun belum ditemukan kasusnya di Indonesia. Walaupun gejalanya lebih ringan tetapi kemampuan menyebarnya beberapa kali lipat dari varian Delta,” terangnya.

Pada saat nerebaknya varian Delta di NTB, Pemda cukup kewalahan. Pada waktu itu semoat terjadi kelangkaan oksigen dan RS rujukan yang hampir penuh terisi pasien Covid-19.

Sehingga, kata Eka, skenario saat penanganan Covid-19 varian Delta disiapkan mengantisipasi varian Omicron. Selain RS rujukan, NTB juga akan mempersiapkan RS Darurat Covid-19.

Saat merebaknya varian Delta, NTB menyiagakan 26 RS Darurat Covid-19 di NTB berdasarkan surat keputusan gubernur. Tersebar di provinsi dan sembilan kabupaten/kota di NTB.

Sebanyak 26 RS Darurat Covid-19 di NTB yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan gubernur. Dengan rincian, RS Darurat yang disiapkan Pemprov NTB sebanyak 12 buah. Kemudian Kota Mataram 3 RS Darurat, Lombok Barat 1 RS Darurat, Loteng 1 RS Darurat, Lotim 4 RS Darurat, Sumbawa 1 RS Darurat, KSB 1 RS Darurat, Dompu 2 RS Darurat dan Bima 1 RS Darurat. (nas)

Advertisement