Kapus Jakem Divaksin Perdana, Nakes Puskesmas di Lobar Divaksin

Kepala UPT BLUD Puskesmas Jembatan Kembar Agus Sutrisman divaksinasi perdana, Sabtu, 16 Januari 2021. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Penyuntikan vaksin kepada para tenaga kesehatan (nakes) mulai dilakukan di hampir semua puskesmas yang ada di Lombok Barat (Lobar). Salah satunya di UPTD Puskesmas Jembatan Kembar Kecamatan Lembar, Sabtu, 16 Januari 2021.

Kepala Puskesmas UPTD Jakem Agus Sutrisman mengatakan proses persiapan telah dilakukan sejak satu hari sebelumnya. Distribusi vaksin Sinovac ini diterima puskesmas pada Jumat, 15 Januari 2021. Pihaknya menyiapkan ruangan khusus untuk melayani vaksinasi nakes yang ada di Lembar. Meja skrining pun telah disesuaikan dengan standar yang ditetapkan Dikes Lobar.

Iklan

“Saya sendiri yang divaksin perdana di Lembar. Sambil kami terus menyiapkan persiapan vaksinasi nakes lainnya beberapa hari ke depan,” katanya.

Ia mengatakan pelaksanaan vaksinasi di puskesmas ini akan dilakukan sesuai jam kerja. Per hari maksimal 15 orang nakes yang bisa divaksin. “Ini sesuai dengan aplikasi dan pendaftaran PCare BPJS Kesehatan,” imbuhnya.

Menurutnya ia sebagai pelopor perdana penerima vaksin di Kecamatan Lembar tentunya bisa menjadi contoh di Kecamatan Lembar, sehingga masyarakat akan bisa melihat langsung setelah vaksin Sinovac disuntikkan pada dirinya.

Ia pun mengimbau untuk semua nakes, vaksin ini aman dan halal. Tentunya nanti berikutnya setelah nakes, vaksinasi dilakukan kepada Forkopimcam Lembar, terus masyarakat.”Yang saya rasakan sampai saat ini alhamdulillah sehat wal afiat dan segar bugar. Jadi saya semakin semangat melayani masyarakat di tengah Covid19. Namun walaupun telah divaksin ke depannya nakes harus terus menerapkan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M),” kata dia.

Sementara itu, Kepala UPT BLUD Puskesmas Pelangan  Zulqutbi, S.Kep., mengatakan di Puskesmas Pelangan terdapat tujuh orang nakes yang divaksin. “Delapan orang nakes sebenarnya yang daftar divaksi, tapi satu orang setelah diperiksa dia hamil jadi tidak boleh divaksin. Yang jadi divaksin tujuh orang,” sebut dia.

Tahapan selanjutnya penyuntikan vaksin akan dilakukan pada pekan depan sesuai jadwal yang sudah ada. Vaksinasi ini dilakukan tergantung tanggal daftar para nakes. Setelah pelaksanaan perdana vaksinasi bupati, para nakes mendaftar. Untuk di Puskesmas Pelangan sendiri terdapat 75 nakes yang rencananya divaksin. Namun dari jumlah ini, ada yang hamil dan menyusui tidak bisa masuk data. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional