Kapolres Sikapi Masalah Hukum Percepatan Pembangunan RTG

Fery Jaya Satriansyah (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Kapolres Lombok Utara,  AKBP Fery Jaya Satriansyah,  SH., memberi atensi terhadap potensi masalah Hukum pada proses Percepatan pembangunan rumah tahan gempa. Atensi itu disampaikan Kapolres pada Coffee Morning bersama LSM dan awak media,  Kamis, 27 Februari 2020.

Kapolres yang belum genap sebulan dilantik itu menegaskan, persoalan RTG yang dilaporkan masyarakat akan diatensi penuh untuk mencegah penyimpangan yang negara. Langkah yang akan diambil, yakni memproses dan mengekspose, sehingga tidak satupun aplikator ataupun suplayer yang bertindak merugikan masyarakat.

Iklan

“Jika ada aplikator yang menyusahkan masyarakat, kita tindak. Saya sudah minta Kasat Reskrim untuk segera memprosesnya, kemudian ekspose di media,” tegasnya.

Pada pengawalan kasus RTG ini, Kapolres menyatakan dukungan peran dari aktivitas/LSM, dan awak media sangat penting. Kapolres berharap adanya sinergi informasi dugaan penyimpangan, sehingga cepat tertangani.

“Saya juga meminta kawan-kawan media membantu kami apabila menemukan adanya indikasi permainan, laporkan ke Polres,” pintanya.

Dalam menyelesaikan kasus-kasus RTG,  Polres Lombok Utara mengutamakan penyelesaian fisik rumah terlebih dahulu. Kepolisian tidak ingin dana masyarakat habis digunakan oleh oknum sedangkan fisik perumahan belum tuntas dikerjakan. Sehingga dengan dasar itu, Polres akan mendahulukan media sites atau perjanjian penyelesaian yang disebut restorative justice.

Fery menyebut, beberapa informasi yang diterima rata-rata mengarah pada pencairan uang RTG namun disalahgunakan oleh oknum aplikator. Pada kasus ini, sebut Kapolres, pihaknya tidak langsung menindak secara hukum, tetapi memediasi agar rumah terselesaikan.

Pada progres percepatan RTG berikutnya,  Kapolres menegaskan ia dan jajarannya akan kembali membantu warga bersama dengan jajaran TNI. Setidaknya, warga penerima dana siap pakai SK 22-24 sedang dalam proses debet dana ke buku rekening penerima.

“Kita bersama TNI nanti akan kembali membantu masyarakat membangun RTG,” imbuhnya. (ari)