Kapolres Sebut Kawasan Pemukiman Rawan Pencurian

Ida Bagus Made Winarta (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Maraknya kasus kriminalitas dewasa ini masih menghantui masyarakat. Terutama kasus pencurian kendaraan bermotor. Pasalnya, kawasan pemukiman saat ini menjadi incaran para pelaku dalam menjalankan aksinya.

Kapolres Lotim, AKBP. Ida Bagus Made Winarta, SIK, mengatakan pihaknya terus berupa melakukan penindakan dalam mengungkap kasus-kasus, terutama yang dilaporkan oleh masyarakat. Tercatat 20 lebih pelaku yang sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani proses hukum. Pelaku beraksi di 21 kecamatan di Lotim terutama di wilayah selatan. Bahkan saat ini, curanmor kerap terjadi di wilayah pemukiman di dalam Kota Selong.

Iklan

 “Saat ini didominasi di wilayah kota. Di Kecamatan Selong terutama di pemukiman-pemukiman warga yang menjadi pusat keramaian,”ujarnya dikonfirmasi, Sabtu, 8 Februari 2020 akhir pekan lalu.

Menurut kapolres, dalam mengungkapkan tindak kriminalitas. Pihaknya tidak dapat bekerja sendirian. Diharapkan peran serta masyarakat untuk mewaspadai dalam mewujudkan keamanan. Minimal, kata Kapolres, masyarakat dapat menjadi polisi bagi dirinya sendiri. “Kita juga rutin melakukan patroli seiring dengan dilakukan pengungkapan-pengungkapan terhadap para pelaku,” terangnya.

Persoalan lainnya yaitu adanya masyarakat masih membeli kendaraan tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Ditegaskan Kapolres, sepeda motor tanpa dilengkapi surat-surat terindikasi merupakan hasil curian. “Tentu bisa ditebak, apabila kendaraan itu tidak punya dokumen yang lengkap. Kendaraan itu bisa dipertanyakan. Itu indikasinya motor bodong dan hasil curian,” ujarnya mengingatkan.

Untuk terus meminimalisir kasus curanmor, curat dan curas di wilayah hukum Polres Lotim, Kapolres mengungkapkan razia dan patroli terus ditingkatkan. Bahkan ke depan Kapolres berencana meluncurkan suatu program berupa pembagian kunci ganda atau gembok kepada masyarakat. Langkah itu sebagai motivasi bagi masyarakat dalam menjaga kendaraannya agar tidak terjadi curanmor terutama saat ditinggal bepergian. (yon)