Kapolda Tegaskan Tidak Ada Pelanggaran HAM dalam Pembebasan Lahan Sirkuit Mandalika

Moh.Iqbal

KAPOLDA NTB, Irjen. Pol. Moh. Iqbal, angkat bicara terkait masih beredarnya isu soal adanya indikasi pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) dalam proses penyelesaian lahan di proyek pembangunan sirkuit MotoGP di kawasan The Mandalika. Ia menegaskan, seluruh proses penyelesaian lahan sudah berjalan dengan sangat baik, tanpa kekerasan dan tentu tanpa melanggar hak-hak azasi masyarakat selaku pemilik lahan.

Kepada wartawan saat ditemuai di kawasan The Mandalika, Senin, 7 Juni 2021, Iqbal mengatakan, sejak mulai bertugas dan mengawal proses land clearing termasuk pembebasan lahan enam bulan yang lalu sampai sekarang ini, dirinya sama sekali tidak menemukan indikasi pelanggaran HAM.  Maupun aksi-aksi yang menjurus pada pelanggaran HAM.

Iklan

Karena seluruh proses penyelesaian lain itu dilakukan dengan sangat humanis. Semua pihak yang terkait selalu diajak bicara, melalui pendekatan kelompok atau orang per orang. Dengan lebih mendepankan legitimasi publik dari pada legal standing. Sehingga pada akhirnya masyarakat bisa menerima dengan baik penyelesaian lahan yang ada.

Bahkan kepada pihak ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika, pihaknya selalu mendorong supaya lebih mengedepankan kemanusiaan. Dengan sebisa mungkin memberikan dukungan kepada masyarakat sesuai kebutuhannya selama proses pembebasan lahan.

Sampai-sampai pihak ITDC menyiapkan hunian sementara bagi warga pemilik lahan yang terkena dampak pembangunan. Termasuk dukungan lainnya. Sembari menunggu masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti biasanya. “Jangankan pelanggaran HAM, menurut saya kekerasan pun tidak ada, darah pun tidak ada. Karena semua dilakukan dengan cara-cara yang sangat humanis,” terangnya.

Masyarakat dalam hal ini juga tetap memantau serta mengawasi proses penyelesaian lahan oleh pihak ITDC. “Memang ini bukan kapasitas saya untuk mengomentari terkait proses pembebasan lahan. Tapi melihat seluruh proses yang ada selama proses penyelesaian lahan berlangsung, kami polisi tidak menemukan adanya aksi-aksi yang bisa menjurus kepada pelanggaran HAM,” tegas jenderal polisi bintang dua ini. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional