Kapolda NTB Warning Daerah Gagal Turun Level PPKM

Mohammad Iqbal. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – PPKM penanganan Covid-19 diperpanjang lagi untuk sepekan kedepan. Sembilan kabupaten/kota di wilayah NTB masih berstatus PPKM level 3. Meski Covid-19 terkendali, tetapi bukan pertanda boleh jumawa. “Ini sebenarnya warning karena kita belum turun ke level dua,” ujar Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal ditemui Selasa, 24 Agustus 2021 menanggapi soal perpanjangan PPKM di wilayah NTB menurut Inmendagri 37/2021.

Iqbal menekankan semua langkah penanganan Covid-19 tetap dimaksimalkan. Baik itu di bidang kesehatan seperti pemantauan stok oksigen, keterisian tempat tidur, dan vaksinasi, serta protokol kesehatan. “Saya mendorong semua yang terlibat penanganan Covid-19 untuk jangan terlena. Covid-19 hanya bisa diantisipasi dengan pembatasan kegiatan, protokol kesehatan, dan cakupan vaksinasi,” terangnya.

Iklan

Merujuk Inmedagri No37/2021, daerah masuk PPKM level 3 antara lain Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, dan Kota Bima. Sementara Dompu masuk PPKM level 2. Ketentuan untuk PPKM level 3 antara lain diperbolehkan pembelajaran tatap muka terbatas maksimal 50 persen kapasitas, pelaksanaan kegiatan di tempat kerja maksimal 25 persen dan 75 persen bekerja dari rumah.

Kemudian, sektor esensial dapat beroperasi 100 persen tetapi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Namun, apabila ditemukan klaster penyebaran Covid-19 di tempat tersebut maka akan ditutup selama lima hari. Pasar tradisional dan pedagang kaki lima diizinkan buka. Sementara aturan makan minum di tempat makan seperti warung tetap diatur jam bukanya. Rumah makan dan restoran diperbolehkan menyediakan makan di tempat dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Pusat perbelanjaan dan mal boleh dibuka dengan pengaturan maksimal kapasitas 50 persen. Tempat ibadah dapat mengadakan kegiatan keagamaan berjamaah maksimal 50 persen. Demikian juga dengan kegiatan seni, budaya, dan sosial yang menimbulkan keramaian diizinkan dengan maksimal 50 persen. Tempat wisata dan area publik seperti taman umum diizinkan buka maksimal kapasitas 50 persen. Kegiatan olahraga diperbolehkan tetapi tetap tanpa penonton. Serta kegiatan resepsi pernikahan diperbolehkan dengan maksimal 50 persen kapasitas. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional