Kapolda NTB: Polisi Kalau Ditanya Wartawan Harus Jawab

Mataram (suarantb.com) – Kapolda NTB, Brigjen Pol. Umar Septono mengatakan bahwa polisi harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan wartawan. Itu merupakan bentuk transparansi Polda NTB dalam era keterbukaan informasi publik ini. Hal itu disampaikan Polda NTB usai melantik Kapolres Lombok Barat dan Kapolres Lotim baru, Selasa 20 September 2016.

“Transparansi yang dimaksud mulai laporan, SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) pada masyarakat, termasuk media, kalau ditanya harus dijawab. Enggak boleh tidak dijawab,” ujar Kapolda saat ditemui di Mapolda NTB.

Iklan

Namun, tidak semua informasi harus dijawab oleh polisi saat ditanya. Sesuai kebijakan Presiden, pengusutan kasus korupsi yang baru memasuki tahap penyidikan di kepolisian, dilarang untuk dipublikasikan oleh polisi.

“Nanti ada teknisnya. Mungkin kalau memang itu sudah menjadi kebijakan, kita pun yang nanya harus tahu juga, jangan ditanya itu,” papar Kapolda sembari tertawa kecil.

Kapolda juga memberikan arahan kepada dua Kapolres baru untuk bertugas nantinya. Di mana masing-masing Polres ditugaskan untuk memperbanyak kehadiran polisi di tengah masyarakat, melaksanakan pelayanan-pelayanan yang bersifat administrasi, dan pergelaran personil selama 24 jam di jalan untuk mengawasi maraknya kasus pencurian ternak. Termasuk juga menjaga kerukunan antar umat beragama.

Sebelumnya, acara serah-terima jabatan dua Kapolres baru, dilaksanakan di Mapolda NTB. Kapolres Lombok Barat, AKBP Wingky Adhityo Kusumo digantikan AKBP Wayan Jiyan Rana, yang sebelumnya menjabat Kabag Dalpres Ro SDM Polda NTB. Sementara, AKBP Wingky sendiri menjabat Kapolres Lombok Timur (Lotim) menggantikan AKBP Karsiman yang digeser ke Korlantas Mabes Polri. (szr)