Kapolda NTB Memikul Beras ke Rumah Warga Miskin

Mataram (suarantb.com) – Sosok teladan Umar bin Khathab diimplementasikan orang nomor satu di Kepolisian Daerah NTB. Melihat warga miskin yang terbaring lemas karena menderita lumpuh, Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. Umar Septono secara langsung menyambangi kediaman warga miskin tersebut.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti mengatakan Kapolda NTB memikul satu karung beras seorang diri ke rumah Amaq Saini yang menderita lumpuh, Minggu, 30 Oktober 2016.

Iklan

“Beliau datang ke rumah Amaq Saini di Lingkungan Darul Falah Utara, Kelurahan Panjisari, Lombok Tengah. Karena mendengar warganya menderita penyakit lumpuh sejak lama, dan hanya bisa terbaring di atas kasus,” ujar Tri Budi saat dihubungi, Minggu, 30 Oktober 2016.

kapolda 2

Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. Umar Septono. menyambangi Amaq Saini yang mengalami lumpuh di Lombok Tengah, Minggu, 30 Oktober 2016 (suarantb.com/ist)

Selain memikul sekarung beras untuk warganya, Kapolda juga membawakan dua dus mie instan pada warga tersebut. Kapolda secara langsung menemui warga yang menderita rumpuh dan bersilaturahmi.

Raut wajah bahagia terpancar dari warga yang disambanginya. Ia tidak menyangka akan didatangi Kapolda ke rumahnya. Kapolda NTB juga memberikan motivasi terhadap Amaq Saini yang terbaring lemah.

Sosok Kapolda NTB memang selalu penuh dengan kejutan. Meskipun jabatan yang melekat pada dirinya cukup tinggi, namun ia begitu dekat dengan masyarakat. Tidak memandang siapa dan berlatar belakang apa masyarakat tersebut, Kapolda selalu terbuka berkomunikasi dan bergaul.

Sebelumnya Kapolda NTB juga pernah menjadi perbincangan banyak orang. Saat apel di Lapangan Gajah Mada Mapolda NTB. Ia berdiri sejajar dengan tukang sapu di Mapolda. Menurutnya, tukang sapu sangat berjasa terhadap Polda NTB, yang setiap harinya selalu menjaga keindahan dan kebersihan halaman. Banyak aksi mulia yang dilakukannya dan patut ditiru semua orang. Sehingga tidak jarang banyak orang menjulukinya sebagai cahaya tauladan Umar bin Khathab pada diri Umar Septono ini. (szr)