Kapolda NTB Masuk Jurang 15 Meter di Bayan Demi Apresiasi Anak Buah

Kapolda NTB, Brigjen Pol Umar Septono (kedua kiri) memberikan penghargaan kepada Bhabinkamtibmas Desa Sambik Elen, Brigadir Lalu Budi Setiawan (ketiga kiri) didampingi Kapolres Lombok Utara, AKBP Rifai di dasar Jurang Telaga, Dusun Batugrantung, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, KLU, Senin, 30 Januari 2017.

Tanjung (Suara NTB) -Demi memberikan penghargaan kepada jajarannya yang berprestasi, Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Umar Septono SH MH sampai harus masuk ke Jurang Telaga di Dusun Batugrantung, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, KLU. Jenderal bintang satu itu berada di dasar jurang bersama Bhabinkamtibmas Desa Sambik Elen, Brigadir Lalu Budi Setiawan.

Siang hari itu, Senin, 30 Januari 2017, Kapolda menuntaskan nazarnya. Ia menepati janji yang tak biasa kepada bintara jajarannya. Kapolda mengapresiasi Bintara Polsek Bayan itu laiknya pahlawan.

Iklan

“Saya sudah janji beri penghargaan dia dimana tempat dia jatuh sebagai bentuk empati bahwa perjuangannya tidak sia-sia,” ujarnya.

Ia juga didampingi Kapolres Lombok Utara, AKBP Rifai, Wakapolres, Kompol Teuku Dian, dan Kasatlantas, Iptu Agus Pujianto.
Jenderal bintang satu lulusan Akpol 1985 itu rela masuk ke jurang sedalam 15 meter di Dusun Batugrantung, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, KLU.

Jurang itu merupakan lokasi dimana Lalu Budi Setiawan terjatuh saat menangkap DPO Polda Bali, Sabtu, 7 Januari 2017 lalu. Budi pada waktu itu bersama Kapolsek Bayan, I Made Suarta menyergap buronan Polda Bali tersangka dugaan penggelapan Yamaha Vixion DR DK 3470 HW di Tabanan, Bali.

Kapolda ingin menapaktilasi perjuangan Budi yang tak pantang mundur menjaga ketertiban masyarakat. Menurutnya, pekerjaan polisi memang penuh resiko sehingga harus dijalani dengan keikhlasan.


Sebelum memberi penghargaan, para rombongan merunut ulang jalur penyergapan tersangka SB, mulai dari rumah tersangka di Lendang Mamben, Desa Anyar sampai di TKP, di Desa Loloan.

“Waktu itu kita pantau dia (tersangka) sedang bersama istrinya di dekat sini. Kita kejar, beri tembakan peringatan dia malah lari, kita kejar terus karena semangat sampai akhirnya jatuh,” kenang Budi.

“Saya di paling bawah, tersangka di atas saya. Teman reskrim satu tersangkut di kayu lereng jurang,” imbuh dia menceritakan pengejaran bersama anggota Polsek Bayan, Brigadir Putu Edi.

Budi menderita pergeseran tulang belakang hingga dirawat di RSUP NTB selama tiga hari. Sampai kemarin, ia masih membutuhkan perawatan lanjutan meski sudah mulai aktif berdinas lagi.

Ia tak henti mengucapkan terima kasih kepada Kapolda NTB. Menurutnya, baru kali ini ia dikunjungi pimpinan tertinggi Polda NTB, seorang jenderal bintang satu bahkan sampai ke pelosok jurang sekalipun.

Sementara Kapolda kemudian menjelaskan, mengenai resiko tugas kepolisian dan itu harus dijalani tanpa mengharap pujian manusia. “Bekerja mengharap ridho Allah. Maka akan diangkat derajat kita,” tegasnya mengingatkan anggotanya.

“Melayani masyarakat memelihara kamtibmas dan penegakan hukum, perwira pertama dan bintara resiko paling berat celaka berhubungan dengan pelaku. Berarti mereka pahlawannya,” tandasnya. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional