Kapolda Miris Banyak Ditemukan Kasus Miras di NTB

Mataram (suarantb.com) – Operasi Pekat Gatarin 2017 di lingkup Polda NTB telah berhasil mengamankan barang bukti yang sangat banyak. Penyakit masyarakat berupa prostitusi, perjudian, minuman keras (miras) dan narkoba ditemukan pihak kepolisian selama Operasi Pekat Gatarin. Salah satu kasus yang banyak ditemukan selama operasi tersebut adalah minuman keras.

Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Firli, M. Si merasa miris banyaknya barang bukti yang diamankan dari Operasi Pekat Gatarin 2017. Padahal menurut Firli, NTB terkenal dengan ribuan santri, banyaknya pondok pesantren dan jutaan umat islam. Namun, masih banyak terjadi penyakit masyarakat.

Iklan

“Saya sangat khawatir dan prihatin kalau ini terus ada,” kata Firli saat melakukan pemusnahan minuman keras dan narkoba, Selasa, 23 Mei 2017.
Ia menghimbau tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk selalu memberikan himbauan kepada seluruh warga agar menjauhi seluruh penyakit masyarakat. Menurutnya semua penyakit masyarakat merugikan.

Ia juga mengingatkan bahaya mengonsumsi minuman dengan menuturkan sebuah kisah. Ia menuturkan seorang dihadapkan untuk memilih suatu perbuatan dosa, mana yang akan diambil.

“Ada disiapkan gadis cantik untuk diperkosa. Wah berat juga itu hukumannya memperkosa. Terus Disiapkan juga pedang untuk membunuh seorang perempuan itu. Waduh kasus membunuh. Terus Ada juga minuman keras. Sehingga orang yang ditawarkan memilih yang agak ringan. Ya miras sajalah yang murah ini, murah dan ringan. Tetapi apa yang terjadi setelah miras itu diminum perempuan diperkosa, terakhir dibunuh juga. Inilah akibat dari miras,” ceritanya.

Ia menambahkan menjelang puasa biasanya ada sweeping yang dilakukan masyarakat tertentu dengan dalih untuk mewujudkan ramadan yang aman. Baik sweeping warung-warung remang maupun sweeping minuman keras. Sebelum dilakukan oleh masyarakat itu, pihak kepolisian sudah melakukannya terlebih dahulu.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat supaya melaporkan kepada pihak kepolisian jika ada informasi mengenai penyakit masyarakat. Pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan yang diterima. Ia juga melarang masyarakat melakukan sweeping selama ramadan. “Tidak untuk melakukan tindakan atau aksi masing-masing,” pungkasnya. (bur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here