Kapolda Ingatkan Pemda, Jangan Mainkan Penggunaan Dana Covid-19

Mohammad Iqbal (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kapolda NTB, Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H., memberikan warning kepada Pemda agar jangan main-main dengan penggunaan dana Covid-19. Kapolda mengatakan akan menindak jika ada oknum yang melakukan penyimpangan penggunaan dana Covid-19.

“Saya warning, jangan main-main dengan dana Covid. (Ini) bukan ancaman, tapi saya mencegah sejak dini, jangan main-main,” kata Kapolda dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid-19 di NTB, bertempat di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Kamis, 22 Juli 2021.

Iklan

Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid-19 dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., Danrem 162/WB, Birgjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, dan Bupati/Walikota se – NTB.

Iqbal mengatakan semua pihak terus bekerja menangani Covid-19 di NTB. Semua sudah berkorban sampai tingkat masyarakat paling bawah menangani pandemi Covid-19.

“Jangan sampai yang hanya duduk di atas meja menikmati. Jangan main-main. Saya ingatkan, jangan,” tegasnya.

Dikonfirmasi usai rapat koordinasi tersebut, Iqbal ada dua hal yang diingatkan kepada Pemda terkait dengan penggunaan dana Covid-19. Pertama, penyerapan anggaran penanganan Covid-19 harus sesuai dengan aturan.

“Daya serapnya harus tinggi. Karena sudah ditegur kemarin oleh Menteri Dalam Negeri. Misalnya, (pembayaran) insentif tenaga kesehatan dan lain-lain. Saya sudah ingatkan,” katanya.

Kedua, kata Iqbal, dalam menggunakan anggaran Covid-19, jangan main-main di tengah operasi kemanusiaan yang sedang dilakukan ini. “Saya sebutkan operasi kemanusiaan penanganan Covid,” terangnya.

Ia mengingatkan jangan sampai ada oknum-oknum yang menyalahgunakan wewenang. Apalagi melakukan penyimpangan penggunaan dana Covid-19. “Tadi saya sampaikan agar semua kabupaten/kota paham sekaligus juga di Dinas Kesehatan provinsi,” tandasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Suara NTB, khusus untuk Pemprov NTB, anggaran penanganan Covid-19 dialokasikan sebesar Rp118,05 miliar lebih. Anggaran sebesar itu digunakan, pertama, penanganan Covid-19 sebesar Rp63,39 miliar. Dengan rincian belanja tidak terduga sebesar Rp62,18 miliar dan belanja program di BPBD sebesar Rp1,2 miliar.

Kedua, dukungan vaksinasi sebesar Rp4,9 miliar lebih. Ketiga, insentif nakes Rp49,5 miliar dan belanja kesehatan lainnya sebesar Rp230 juta lebih. Secara keseluruhan, jumlah realisasi belanja penanganan Covid-19 lingkup Pemprov NTB telah mencapai Rp25,28 miliar atau 21,42 persen.

Dari anggaran insentif nakes sebesar Rp49,5 miliar lebih, Pemprov telah mencairkan sebesar 41,24 persen atau Rp20,4 miliar lebih. Dengan rincian, insentif nakes RSUD NTB, dari anggaran Rp33,85 miliar lebih, telah direalisasikan sebesar Rp16,23 miliar lebih.

Kemudian, insentif nakes RS Manambai Sumbawa, dari anggaran sebesar Rp11,2 miliar lebih, telah direalisasikan sebesar Rp3,9 miliar lebih. Selanjutnya, insentif nakes RSJ Mutiara Sukma, dari anggaran sebesar Rp3,69 miliar lebih, telah direalisasikan Rp274 juta lebih dan insentif nakes Dinas Kesehatan, dari anggaran sebesar Rp750 juta, realisasinya masih nol.

Bahkan,  ada lagi tambahan pembayaran insentif nakes RS Manambai sebesar Rp887 juta. Sehingga, total realisasi insentif nakes sudah mencapai Rp21,303 miliar. Sementara, insentif vaksinator telah direalisasikan sebesar Rp746,74 juta.

Sebelumnya, Mendagri, Tito Karnavian telah mengirim surat teguran kepada 19 Gubernur di Indonesia, salah satunya NTB. Teguran kepada Gubernur NTB sesuai surat Mendagri No. 900/3919/SJ. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional