Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid Mencukupi

I Nyoman Suwandiasa. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Covid-19 Kota Mataram memastikan penanganan pasien konfirmsi positif terus berjalan. Terutama dengan penyiapan kapasitas tempat tidur untuk pasien, baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram maupun rumah sakit darurat yang disiapkan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, menerangkan saat ini Pemkot Mataram telah menyiapkan sekitar 90 tempat tidur untuk pasien konfirmasi positif. Antara lain 50 tempat tidur di RSUD Kota Mataram, 40 tempat tidur di Nutana Hotel, dan 40 tempat tidur di Fizz Hotel.

Iklan

“Kota Mataram sangat siap untuk merawat pasien konfirmsi positif. Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan rumah sakit dan satgas kewalahan dalam menangani pasien Covid-19,” ujar Nyoman, Minggu, 21 Februari 2021.

Diterangkan, sampai dengan 21 Februari 2021 jumlah pasien konfirmsi positif di Kota Mataram mencapai 2.173 orang. Rinciannya, 1.984 orang pasien sembuh, 112 orang meninggal, dan 77 orang masih menjalani perawatan.

Dari jumlah tersebut, 50 orang pasien yang masih menjalani perawatan menjalani isolasi terpusat di Nutana Hotel dan Fizz Hotel yang ditunjuk menjadi rumah sakit darurat. “Untuk yang bergejala ringan dipusatkan di sana,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram tersebut.

Pengaktifan rumah sakit darurat menurut Nyoman dilakukan sekaligus untuk menghindari munculnya klaster keluarga. Secara bertahap, masing-masing lokasi yang ditunjuk sebagai rumah sakit darurat diisi oleh pasien positif dengan gejala ringan.

“Untuk Fizz sekitar dua hari lalu kita aktifkan, karena yang di Nutana sudah penuh. Sementara ini kita kumpulkan di dua rumah sakit darurat itu dulu,” ujarnya.

Kendati demikian, jika jumlah pasien positif terus meningkat, pihaknya juga menyiapkan Wisma Nusantara sebagai opsi rumah sakit darurat lainnya. “Cuma sekarang (Wisma Nusantara) masih dipakai untuk karantina PMI, tapi itu bisa saja. Kalau kasus meninggkat, kita bisa langsung pakai,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya berharap jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Mataram mulai melandai pada Maret mendatang. Terlebih Satgas Covid-19 Kota Mataram telah melaukan penapisan atau penyaringan massal dengan mengambil 2.700 sampel swab dari masyarakat secara acak.

“Ini titik kulminasi (penyebaran Covid-19) sudah lewat dengan penapisan yang kita lakukan. Asumsi kita kemarin, akhir Februari sudah selesai dan Maret itu bisa melandai,” jelasnya.

Selain itu, dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diusung oleh Pemprov NTB potensi penularan virus semakin bisa dikendalikan. Di Kota Mataram sendiri menurut Nyoman penerapan PPKM akan dilakukan di tingkat kelurahan.

“Dengan ini kita targetkan perubahan zona (penyebaran virus). Kita harapkan dalam waktu dekat bisa zona kuning. Karena kalau (mengejar) zona hijau barangkali tidak realistis,” tandas Nyoman. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional