Kapal Cepat dari Padangbai Tak Boleh Langsung ke Gili

Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi NTB, Lalu Bayu Windya akan menerapkan larangan  kapal cepat yang berangkat dari Padangbai tak boleh langsung menuju gili.

“Rute kapal cepat dari Padangbai itu tidak boleh langsung ke gili. Harus port to port alias dari pelabuhan ke pelabuhan, bukan port to gili,” terangnya pada suarantb.com saat ditemui usai menghadiri acara Pencanangan Desa Benderang Informasi Publik (DBIP), Kamis, 6 Oktober 2016.

Iklan

Bayu menjelaskan kapal cepat tersebut harus mengikuti jalur yang nantinya telah ditetapkan Dishubkominfo dan tidak boleh asal berlabuh di dermaga gili. “Pilihannya mereka itu bisa dari Padangbai ke Senggigi dulu. Nanti dari Senggigi naik kapal ke gili, itu pun kapalnya tidak boleh terlalu kencang,” tegasnya.

Perhatian besar diberikan khususnya pada kawasan tiga gili; Trawangan, Air, dan Meno disebabkan isu kerusakan terumbu karang di perairan gili akibat kapal cepat. Padahal, ketiganya termasuk dalam kawasan konservasi nasional.

“Nanti kita minta gubernur untuk bersurat ke Menhub untuk menurunkan tim yang berwenang yang akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengecek jalur ini,” tambah Bayu.

Penanganan masalah jalur kapal cepat ini dapat ditindaklanjuti hanya dengan meminta persetujuan gubenur. Dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Perairan, gubernur berwenang menjamin keselamatan perairannya. “Jadi begitu dapat perintah dari gubernur, kita langsung bergerak. Tidak perlu menunggu perintah pusat, karena gubernur berwenang,” jelasnya.

Saat ini, terdapat 29 kapal yang melayani penyeberangan Padangbai-Tiga Gili yang berlayar secara terjadwal sesuai kebutuhan penumpang. “Kalau ini dibiarkan terus menerus, gili bisa rusak. Padahal kita harus mempertimbangkan potensi wisatanya secara berkelanjutan. Selain itu, di jalur itu selama tiga bulan ini sudah ada tiga insiden kecelakaan disana,” ulasnya.

Untuk mengeksekusi pengamanan jalur kapal cepat tersebut, Bayu mengaku sudah menyiapkan petugas dari semua syahbandar pelabuhan. “Saya sudah siapkan petugas dari Syahbandar Bima, Syahbandar Labuan Lombok, BNT, Lembar, Pemenang dan Carik,” tambahnya. (ros)