Kapal Bantuan Kemenhub Dibiarkan Jadi ‘’Penjaga Pantai’’

Kapal bantuan Kemenhub dibiarkan rusak dan tidak kunjung diperbaiki serta dijadikan tempat wisata oleh wisatawan yang berkunjung. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Kapal bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun 2013 itu terlihat dibiarkan begitu saja jadi penjaga pantai di Gili Lampu Kecamatan Sambelia Lombok Timur (Lotim). Kapal bantuan itu terlihat makin tidak terurus dan terlihat hanya sebagai tempat bermain para pengunjung.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lotim, Purnama Hadi saat dikonfirmasi Senin, 12 April 2021 mengatakan kapal tersebut sudah lama rusak. Sejauh ini tidak pernah ada perbaikan. “Itu memang kapalnya rusak,” terangnya.

Iklan

Jauh sebelumnya, saat M. Zaini menjadi Kadishub Lotim pada tahun 2020 lalu sempat direncanakan untuk diperbaiki. Namun sampai sekarang ini tidak kunjung terealisasi.

Pihaknya mengaku juga siap akan memperbaiki. Akan tetapi karena situasi pandemi membuat dana semua diarahkan untuk penanganan Covid-19. “Dana masih diambil Covid, Insya Allah kita akan perbaiki,” janjinya.

Kapal yang terbuat dari bahan fiber itu kabarnya tidak lama beroperasi. Biaya perbaikan katanya cukup mahal. Butuh sedikitnya ratusan juta untuk bisa mengoperasikan kembali kapal tersebut.

Sebelumnya, penjelasan dari Suyanto Suladi, pelaku wisata di Desa Padakguar Kecamatan Sambelia, kapal tersebut memang sudah lama rusak dan dibawa ke Gili Lampu sejak 2016 lalu.

Alat transportasi antar pulau di wilayah Sambelia tersebut rusak, karena terjadi gelombang besar. Setelah diketahui rusak, sempat direncanakan perbaikan. Akan tetapi sampai sekarang  tidak kunjung terealisasi oleh pemerintah.

Saran  dari sejumlah pihak lebih baik ditenggelamkan saja. Jadikan rumah-rumah ikan supaya lebih berfungsi. Ikan-ikan di perairan Selat Alas Lombok ini membutuhkan tempat tinggal seiring dengan tingginya kerusakan ekosistem bawah laut. (rus)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional