Kantor Walikota Bima Dilempari Sayur

Kota Bima (Suara NTB) – Para pedagang sayur di pasar Amahami Kota Bima melempar dagangannya ke halaman kantor Walikota Bima, Rabu, 28 September 2016. Mereka mengungkapkan kekecewaannya, bahwa selama delapan hari sayur mereka tidak laku, dampak dari pemindahan ke los yang baru.

Pedagang yang kebanyakan ibu-ibu itu datang menggunakan mobil terbuka yang didalamnya mengangkut sayur-mayur seperti kangkung, terong, kacang pajang dan mentimun. Setelah sampai di pintu bagian timur kantor Walikota, mereka langsung melempar sayur itu ke arah Sat Pol PP yang sedang berjaga.

Iklan

Koordinator pedagang sayur, Sabariah (47) mengaku kedatangan mereka di kantor setempat untuk menemui Walikota. Untuk mencurahkan apa yang dirasakan selama delapan hari terakhir ini.

“Kami ingin menemui bapak Walikota, ingin mencurahkan apa yang dirasakan pedagang sayur beberapa hari ini,” katanya.

Menurut dia selama delapan hari dagangan tidak laku, akibatnya mereka merugi hingga Rp 200 ribu per hari. Karena tidak bisa dijangkau oleh para pembeli akibat ditempatkan di los yang paling jauh.

“Selain tidak ada yang membeli, sayur kami banyak yang rusak sehingga kami merugi,” aku Sabariah.

Diakuinya, kedatangan mereka di kantor setempat juga mengkritik dan mengeluhkan kinerja aparat Sat Pol PP yang selama ini melakukan tindakan semena-mena. Pada saat dipindahkan petugas mengancam akan menyita dagangannya.

“Kami sangat kecewa dengan kinerja aparat Pol PP yang semena-mena. Berlaku diskriminasi dan tidak adil. Karena pedagang yang lain tidak digusur atau direlokasi,” ujarnya.

Puas melempar sayur dagangan mereka, para pedagang juga melakukan orasi meminta agar pemerintah memberikan solusi atas apa yang dirasakan pedagang saat ini. Mereka kemudian diterima Asisten II Setda Pemkot Bima, Drs H. Zulkifli, di ruang kerjanya.

Zulkifli menegaskan Pemkot Bima, akan menyikapi kemudian mengakomodir tuntutan para pedagang itu, seperti menyediakan tempat yang teduh dan dekat dengan pedagang ikan. Serta mengevaluasi para pedagang yang menempati los pasar itu.

“Prinsipnya Pemkot Bima akan tetap menyikapi secara serius soal ini. Kami meminta para pedagang sayur bersabar,” pungkasnya. (uki)